9 December 2019

Puisi: Beranjak Dewasa

Berontak,

teriak-teriak,

tak suka duduk manis di kelas,

sumringah jika tengah berbalas pesan.

Gambaran anak zaman sekarang,

atau mungkin.. ini menceritakan adikku dan keponakanku?

Hmm, tak jadi masalah.

 

Mereka sedang tak suka menerima nasihat,

ceramah yang panjang lebar,

atau bahkan yang terasa menggurui.

 

Tapi;

akan sangat berbeda,

ketika berbicang mesra,

di antara hembus mesra angin,

dan hangat mentari,

sebagai sahabat atau teman akrbanya.

 

Tak mau disebut anak,

mereka lebih suka dikatakan dewasa.

Jika demikian,

bukankah jadi tugas sesama di sampingnya?

Siapapun yang tengah berusia di atasnya,

sudah selaiknya bersikap dewasa,

tak hanya sedewasa penyebutannya.     

 

Seolah sedang menyaksikan dirimu dahulu,

atau hanya pandang semu pada ABG yang katanya berulah?

Jika berkenan,

bukankah sederet yang katanya menyebalkan,

prosesi yang tiap dewasa lalui juga?

 

Benarkan demikian?

Biarkan proses itu sempurna,

seindah mimpi dan harap tinggi mereka.

 

Oleh: Anis Fuadah Zuhri

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...