21 August 2019

Puisi Arsyad Indradi dalam " Tiga Kutub Senja "

Beberapa pilihan puisi Arsyad Indradi dalam Tiga Kutub Senja

 

Zikir Senja

 

Tak terbaca lagi ayatayat

Yang Kau hampar sepanjang perjalanan

Menuju rumahMu

Tak mungkin kembali

Menangkap AlipLamMim dari pintu bumi

Kandang dombadomba yang lapar

Semakin jauh berjalan

Kucurigai langit

Menyembunyikan bintangbintangMu

BulanMu bahkan matahariMu

Kucurigai laut

Menyentuh kakiku

Buihbuih merajah pausMu yang kian punah

Jasadku untaunta

Rohku kafilahkafilah

Di gurungurun bukit Thursina

Kucurigai rumahMu lengang

Kucurigai mengapa Kau tunggu aku

Di Jabal Rahmah

Aku

Anak Adam

Yang tersesat di sajadahMu

 

Banjarbaru, 2000

 

Saat Senja Pun jatuh

 

Jangan kau rangkai bungabunga

Yang kau petik dari taman mimpi

Tapi rangkailah tubuhku

Yang kau ambil dari tulang rusukmu

 

Tak ada lagi

Rahasia yang menyimpan kesangsian

Maka tatkala gemawan turun lihatlah

Kita tak pernah lagi memiliki malam

Yang luput dari tangan

 

Lahirlah kerinduan yang kau hamili

Setiap kita menutup jendela

Setiap kita mengatupkan mata

Memandang jauh

Kesetiaan mentari ke kutub sana

 

Banjarbaru, 2000

 

 

Rumah Ilalang

 

Setiap kukatupkan mata di rahimmu

Fosfor di puripurimu

Senantiasa membangkitkan igauan

Dalam kerlip dan dalam gumpalan warna

Sayatan rindu percintaan kebencian

Dari pusar bumi

Dan dalam desis angin

Memanjang gairah luka

Di langitlangitmu tak bertepi

Tak hentihenti kusebut namamu

 

Ke mana katupan mata terbuka

Menyaksikan jemarimu gemetar

Membuka fajar senja

 

Banjarbaru, 2000

- Arsyad Indradi, penyair senior saat ini tinggal di Banjar Baru aktif mengikuti kegiatan baca puisi di seluruh daerah di tanah air dan manca negara. (Wrh)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...