18 November 2019

Puisi Apocalypso 4

Juftazani
-------------------------------------
Aku adalah Pompei, yang musnah akibat kiamat hebat 
Di jiwa ruh-ruh penduduk kota yang hancur luluh 
Dihantam letusan gempa gunung Vesuvius
Tapi bukan karena Vesuvius yang menghancurkan aku
Aku adalah Pompei, yang lebur karena kiamat telah menggerogoti 
Tanah-tanah goyah ruh-ruh yang telah terbakar 
Saat aku mendengar gemuruh


Di Lupanare paling terkenal di reruntuhan Pompeii
Menghadirkan tubuh-tubuh manusia yang terkapar 
Mengabadikan jasad-jasad manusia yang berubah jadi 'batu' 
Dalam keadaan telanjang, bersanggama dan menantang hukum Tuhan
Sambungkanlah jiwa serta ruh kalian dengan keagungan hukum
Paling tinggi paling suci 
Aku manusia Pompeii menolak meneruskan perbuatan 
yang membuat manusia cinta kehancuran pipih jiwa dikremus Iblis yang kian runyam-
Muntah menyaksikan Lupanare (laki-laki bersenggama dengan laki-laki
Perempuan bersetubuh dengan perempuan)
Mereka minum air comberan dan lumpur beraroma busuk, ruh hitam yang dibalut aspal tebal
Sudah lama cahaya Tuhan lenyap 
Meninggalkan gelap dalam kehidupan Lupanare di Pompeii

 

Aku adalah Pompeii, ingat wajahku dan jauhi segala perbuatan 
Yang telah kulakoni puluhan ribu tahun lalu
Malaikat-malaikat berwajah tengkorak
Datang menghempas Pompeii 
Meluluh lantakkan penduduknya
Yang sedang berpesta pora
Dalam ketelanjangan yang melilit perut dan membuatku muntah seketika
Akulah Pompeii, tatkala ruhku dicabut dari jasad-jasad manusia
Yang menggelepar ditampar malaikal maut
Gempa bumi yang mengguncang Pompeii tak menyisakan seorangpun 
Gelombang lumpur panas keluar dari perut bumi
Membakar manusia dari bawah magma bumi
Lahar gunung Vesuvius mengejar setiap manusia Pompeii
Memanggang orang-orang yang buta, tuli dan hancur nuraninya dari atas langit

 

Aku adalah Pompei 
Mataku buta dan semua kejadian terekam dalam kornea mataku 
Yang hangus diterpa cahaya ultraviolet 
Dari gempa Pompei yang sangat hebat
Tanah tanah di kota Pomnpeii bergerak seperti bubur 
Mengeluarkan kotoran manusia bercampur lumpur

 


Di kota Pompeii banyak anak-anak penuh kemarahan, 
Hujan membakar.
Orang-orang jahat bertebaran 
Orang Berkhianat di Pompeii dipercaya
Orang yang benar dianggap pendusta
Banyak orang-orang memutuskan tali silaturahim
Orang-orang munafik menjadi pemimpin di Pompeii
Orang-orang berakhlak buruk menguasai bisnis dan perdagangan
Ya , akulah Pompeii
Jangan kau ulangi penyakit-penyakit matinya jiwa pada ruh-ruh manusia
Yang se-’karat’

 

Di Pompeii kastil-kastil dan gereja dihias sangat indah tapi hati manusia bagai comberan penuh politan
Di Pompeii, homoseksualitas dan kaum lesbian merajalela 
Anak-anak muda jadi milyarder dan menguasai hajat hidup orang banyak
Klub-klub rahasia bergerak dengan sangat buas dan kasar 
Untuk merusak wanita

 

O, ingatlah Pompeii yang menjerit melengking 
Dalam kesakitan yang sangat menyiksa dan situasi sangat genting
Akulah Pompeii, yang mengalami kiamat seketika 
Kuburan-kuburan massal yang berubah jadi batu
Peninggalan kuno dari Pompeii
Saksi bisu kematian jiwa-jiwa yang ditampar kejahatan dirinya sendiri
Tamparan hebat mereka tak dapat mengelak
Semua mati dan terlaknat dalam kondisi penuh maksiat

 

Aku adalah Pompeii, 
Tak lama lagi hadir di era milenia akhir zaman
Akan menyisakan jeritan kesakitan yang menggema di lembah-lembah
Bumi yang terdalam 
Penduduk Pompeii akan menghitam 
Tiada catatan selamat semua pasti akan terpendam !

 

Jabodetabek, 8 Oktober 2018

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...