25 August 2019

Puisi Apocalypso 2

Juftazani

 

 

Gemuruh keputus-asaan

Gema cinta yang terlucuti

Jerit hati yang sia-sia – lepas ke langit tanpa didengar oleh Yang Kuasa

Di akhir zaman tinggallah orang-orang nista

Lihat, barisan tentara membela penguasa  yang gemar  berdansa

Lihat, 65 kasus melibatkan aparat militer dalam penggusuran paksa

Dengan skala kekerasan yang membungkam rakyat tak berdaya

Di pasar ikan, di luar batang atau di kali Ciliwiung

 

 

Gemuruh keputus-asaan

Gema cinta yang terlucuti

Jerit hati yang sia-sia – lepas ke langit tanpa didengar oleh Yang Kuasa

Langit kian menghitam ditutupi jubah Iblis penguasa

Para cukong mengangkang

Berak di atas kepala 265 Juta rakyat Indonesia

Janji dan akhlaq mereka carut marut

Janji kemarin hari ini sudah lupa

Kemana doa dilantunkan, sedangkan rumah-rumah telah ludes digusur polisi, tentara

Dan milisi setengah preman pamong praja

Gemuruh keputus-asaan

Gema cinta yang terlucuti

Jerit hati yang sia-sia – lepas ke langit tanpa didengar oleh Yang Kuasa

Langit kian menghitam ditutupi jubah Iblis penguasa

Para cukong mengangkang

 

 

 

Puing-puing berserakan dan jerit tangis anak-anak

Dan ibunda yang tertimbun

Di reruntuhan jerit hati yang terdalam

Sia-sia saja airmata tercurah ke bumi

Polisi, tentara dan pamongpraja itu berhati dingin

Sekeras baja

Orang-orang berharap:

Akan datang ratu adil pasti membela

Ratu adil yang ditunggu itu tak datang-datang juga

Dimanakah  Tuhan yang Maha Kuasa?

Yang dengan kekuatannya yang sangat luarbiasa

Katanya akan membela?

Tapi mereka tak menegakkan perintah mendirikan yang 5

Tiba-tiba saja berdoa

Mengharap Tuhan hadir di tengah mereka

 

 

 

Rasa harap, nada-nada cinta, doa-doa yang dipanjatkan tiada bergema

Tangan-tangan kekar yang hendak mencengkeram itu semakin dekat

Semakin berkuasa dan dengan kehendak hati sang penguasa

Ditopang kekuatan polisi, tentara dan pamongpraja

Rakyat terjungkal dan berserakan dimana-mana

O orang-orang mendesak TNI untuk tidak lagi

Terlibat dalam kasus penggusuran paksa

Dengan suara parau dan leher tercekat  orang-orang mengimbau

Jangan ada lagi penggusuran paksa rumah-rumah warga yang melibatkan TNI. Polisi

Atau pamongpraja yang sungguh jumawa

Dan di atas langit Indonesia

9 cukong tertawa terbahak-bahak

Karena langit Jakarta terlihat bersih, rapih dan tiada rumah-rumah reot

Tempat rakyat miskin dan peot

Merusak pemandangan ibu kota Negara lagi

 

 

Jabodetabek, 30 September 2018

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...