12 December 2019

Puisi Ang Jasman : Pintu

Sungguh, jangan anggap enteng menutup ini pintu

Mungkin kau terlalu akrab dan dia suka deritnya sendiri

Sebentar lagi gelap melata dan malam akan mencumbu.

 

 

Sembilan pintu menatap ke seribu penjuru

Sembilan pintu mengarah ke jalan tanpa rambu

Membujuk-rayu langkah akanan hingga ke ufuk

 

 

Kaki-kaki sering tersengkelat di jalan menyilaukan

Merampas mata ke tebing-tebing keindahan

Mencumbu ranum dada para mojang.

 

 

O, pintu-pintu yang membujuk

O, pintu-pintu yang bikin lupa pulang

Jangan tawarkan jalan silang pada kaki telanjang.

 

 

Sebatang ranting tubuh, jangan terkapar di meja manikam ini

Mintalah detak pada dada meski sisa-sisa. Bersegaralah

Selagi rindu masih bara di muka pintu ke sepuluh.

 

 

2015.

__________________________________________

Ang Jasman, Seorang Jurnalis,Penyair dan Sineas, Buku Puisinya 'Denting' sudah terbit saat ini tinggal dan berkarya di Jakarta (Kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...