20 April 2019

Pilo Poly Persoalkan Tragedi Arakundoe

KONFRONTASI-Penyair Pilo Poly kembali menerbitkan buku antologi puisi tunggal ketiganya yang diberi judul Arakundoe di Jakarta. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Jeda yang digawangi Pringadi Abdi Surya.

Pilo Poly merupakan penyair asal Pidie Jaya, Aceh yang berkiprah di Jakarta. Berbagai karyanya sudah tersebar di berbagai media massa baik lokal maupun nasional.

Judul Arakundoe, kata Pilo, merujuk pada sejumlah tragedi di Aceh mulai dari tragedi Beutong Ateuh hingga Arakundoe. Arakundoe sendiri merupakan tragedi di Aceh yang terjadi di Idi Cut, sebuah peristiwa pembantaian sipil yang terjadi pada 4 Februari 1999. Menurut sejumlah saksi mata, peristiwa yang dilancarkan tentara ABRI ini menewaskan tujuh orang dan melukai ratusan orang lainnya.

Tidak saja berbicara konflik, buku kumpulan puisi tunggal ketiga Pilo dengan 66 judul puisi, diisi dengan refleksi perjalanan kehidupan penulisnya yang pergi ke berbagai daerah. Selain itu, Pilo juga menyelipkan beberapa puisi tentang cinta dalam karyanya tersebut.

"Puisi-puisi ini berbicara tentang konflik Aceh, perjalanan hingga cinta. Sebab, tanpa cinta kita tidak akan peka terhadap sosial," kata Pilo.

Buku Arakundoe akan diluncurkan dan dibedah di Roti Bakar 88, Pamulang, pada 28 April 2019 mendatang, bertepatan dengan Hari Sastra Nasional.

"Rencana akan dibedah oleh Ahmadun Yosi Herfanda, Mustafa Ismail dan Mahrus Prihany," ujar Pilo.

Bagi peminat buku puisi boleh menghubunginya via Direct Messages (DM) Instagram @pilo_poly atau via inbox di facebook di Saifullah S (Pilo Poly). (*)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...