16 October 2019

Pikiran Tandus di Ladang Subur

Tanah Kita Tidak Tandus
Kita Bisa Memanen Buah-Buahan
Bahkan Padi yang Menjadi Pokok Makanan
Tapi Sayang
Tikus Membunuh Harapan Negeri Tercinta

Cahaya pagi
Menatap kerontang kepala

Di sudut Ladang
terhampar tandus pikiran
dari Binatang yang arogan
Menikam
Menerkam
Memangsa

Kemilau Pagi
sekedar slogan
Atau bahkan tinggal cerita penghantar tidur Ayah kepada Anak
Cahaya Tak pernah menjadi vitamin untuk Tumbuhan di Ladang

bila tak mau seperti bendera
tersidai mengering dalam kehancuran
Tak perlu mengunjungi warung Pupuk yang cabul
Pikiran pengusir hama yang picik
atau jalanan yang sunyi

Subur Tanah Ladang
Tak pernah rimbun pepohonan
Hanya Pikiran Tikus berperilaku rakus
Tidak ada cahaya jernih
Tidak ada pupuk penumbuh

Di Ladang subur
Tidak ada rimbun pepohonan
Yang menjadi kehidupan
Saling bergandeng tangan
Antara hewan dan tumbuhan

Februari, 2015

Muhamad Seftia Permana,

Beberapa karya saya diantaranya adalah, Masuk di Buku “di Kamar Mandi” Kumpulan Puisi 62 Penyair Jawa Barat Terkini 2012 (Komunitas Malaikat, Majelis Sastra Bandung), Buku “Diverse” from 120 Indonesian Poets (dua Bahasa-Indonesia Inggeris yang berjudul-Antara Pantai Sawarna dan Lady Gaga, Amazon.com) 2012, Buku “Flows into The Sink Into The Gutter” from 226 Indonesian Poets (dua Bahasa-Indonesia Inggeris, Amazon.com) 2012, Buku Kumpulan Puisi “Ku-Bawa Cinta dari Samosir dan Hugo” Karya Dhee Shinzy Y. dan Muhamad Seftia Permana (Penerbit Leutika Prio), dan pernah dimuat juga di beberapa Media cetak/elektronik/Majalah/Buletin. Sekarang aktif di Organisasi Primordial Ke-Bantenan yang ada di Bandung yang juga menjadi Kota dimana saat ini Tinggal.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...