22 March 2019

Perjalanan Menaklukkan Damaskus, Senjakala Peradaban Barat

KONFRONTASI  Salah satu komentar menarik yang diangkat dalam majalah Dabiq edisi 8, mengetengahkan tentang posisi Bumi Syam, khususnya kota Damaskus di mata eksistensi peradaban Barat. Seorang politisi salibis Amerika berbicara dalam masalah ini.

“Dalam suatu hitungan bulanan setelah jatuhnya Damaskus (di bawah panji khilafah-red), Yordania akan jatuh dan Lebanon akan jatuh,” demikian kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Richard Black, senator negara bagian Virginia.

Tak hanya mengkhawatirkan tentang jatuhnya negeri-negeri jiran di sekitar Suriah (yang masih satu bagian wilayah Syam), Black juga menyebutkan tentang segera tumbangnya peradaban barat, jikalau suatu saat Daulah Khilafah menganeksasi bagian mereka.

“..dan saya pikir, tentu saja, Eropa akan ditaklukkan dan mengapa saya melihat pada Suriah sebagai pusat dari gravitasi,” demikian kekhawatiran Richard Black tentang pudarnya peradaban barat yang terancam peradaban Daulah Khilafah.

Gejala-gejala

Kekhawatiran peradaban Barat, akan jatuhnya hegemoni mereka dikarenakan sepak terjang panji hitam di kawasan Suriah pada khususnya, dan Syam pada umumnya, bukan tanpa alasan. Hal ini bisa dirasakan oleh ummat di akhir zaman dari berbagai gejala.

Spirit peruntuhan peradaban barat ini telah dimulai sejak diawalinya jihad di Irak. Dua pimpinan kafilah jihad terdahulu yang berhulu di Irak, Abu Mus’ab Az-Zarqawi dan Abu Umar Al-Baghdadi, telah mencanangkan bahwa jihad mereka akan bermuara di Syam.

“Lihatlah, api sudah mulai menyala di Irak, dan pijar panasnya akan semakin besar, dengan izin Allah, sampai pasukan Salib terbakar di Dabiq,” demikian disumpahkan oleh pimpinan dua tanzhim pemula jihad Irak, Amir Isytisyhad Abu Mus’ab Az-Zarqawi.

Demikian semangat itu dikobarkan oleh pendahulu jihad bumi Irak. Jihad Irak sendiri diakui oleh banyak pihak sebagai sumbu untuk meledakkan gelora perjuangan di Syam, bahkan Al-Quds.

Peradaban Barat sejak lama telah melakukan segala hal demi memuaskan hasrat mereka yang tidak menghendaki bangkitnya ummat Islam, terutama di Timur Tengah. Secara khusus kekuatan klasik Barat yang saat itu dinakhodai Inggris telah menanamkan benih zionisme di Syam, yang kini menjelma sebagai negara Yahudi bernama Israel.

Gejala-gejala ini belum termasuk Daulah Islamiyah Wilayah Barqah yang terletak di Libya. Wilayah Khilafah yang terletak di bagian utara Afrika ini terang menjadi ancaman frontal bagi negara Italia. Sedangkan kota Roma yang masuk ke dalam nubuwat penaklukan setelah takluknya Konstantinopel, menjadi ibukota dari negara Italia.

Ancaman frontal Daulah Islamiyah di Eropa dalam bentuk sel wilayah di Libya juga menunjukkan metode yang bisa digunakan ummat islam secara fleksibel. Metode ini tidak melulu ekspansi yang sifatnya linear berurutan dari satu tempat ke tempat lain, namun juga melompat-lompat secara paralel.

“Kiamat takkan terjadi sehingga bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* atau di Dabiq. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang merupakan penduduk dunia yang terbaik waktu itu.
(HR. Imam Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA)

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Marching” Menuju Pembebasan Jantung Syam dari Proksi Beracun Barat Yahudi

Seperti diketahui oleh seluruh ummat bahwa peradaban barat bekerja sama dengan Yahudi, khususnya penganut Zionisme, untuk menanam proksi beracun di Bumi Syam, dengan bentuk Negara Israel.

Syaikh Usamah bin Laden menyebutkan bahwa jihad yang dimulai oleh kafilah Irak, merupakan titik perlawanan menuju Al-Quds. “Wahai ummat Islam, tidak lagi bisa ditutupi bagi kalian, bahwa medan jihad yang paling dekat untuk membantu saudara kita di Palestina adalah medan jihad di Irak.” seru Abu Abdillah bin Laden.

Keberadaan orang-orang Syam juga penting, kontak senjata secara langsung dengan orang-orang Israel adalah unsur terpenting, akan menyebarkan fikroh jihad sekaligus memberikan legitimasi kepada amalan ini, dan mengantarkannya kepada dua hal mendasar. Pertama: Pelaku jihad akan menjadi pengatur dunia Islam. kedua: ikut serta dalam melemahkan Israel, untuk selanjutnya menghancurkan dan melenyapkannya dengan izin Allah subhanahu wa taala.” demikian diakui Saiful Adl, dalam kisah perkenalannya dengan Az-Zarqawi.

 

Dan kini, jihad yang dimulai di Irak, yang dibangun dengan kekuatan manhaj tauhid, sedang berbaris menuju Damaskus, dengan bentuk yang sangat solid. Kekuatan ini disokong dari berbagai budaya di seluruh dunia, yang menundukkan sifat-sifat jahiliyah Nasionalisme..(Jft/Hugedomains.com)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...