21 July 2019

Penggalan Puisi XII (Hujan Kabut) : Puisi Za Ku Za

HUJAN KABUT

 

Mendekatlah

Ingin kubisikan

Satu kisah pengantar tidur

Tentang hujan kabut

Di istana langit

 

Siapkan telingamu

Bahkan hati

Agar kisah tak sekedar lewat

Mengisi musim teramat sepi

Sebab nada nada langit

Akan tercurah menutup desember paling gerimis

 

Mendekatlah

Simak sepenuh hati

Jangan hiraukan sorot mata

Menatap redup kedalam semesta

Karena telah hijrah rindu pada kekasih di altar langitNya

 

Kisah pengantar tidur

Telah lunas terbayar

Saat hujan teramat deras

Mengenangi samudra hati

Hanya nyayian sunyi

Berarak bagai awan kelabu

Memintal hari sesajak rindu

 

Za 30/12/2014

 

****

INTUISI I

 

Lalu gambaran itu serupa kabar berita tentang kematian

Disana disebuah pulau di ujung selatan diantara laut dan daratan

 

Tergetar jiwaku dalam jeritan teramat pilu dalam dingin dan beku

perlahan senyap tiba ditelinga

Hanya deburan ombak memalu uluhati

Menandakan kepergian

Intusi memanggil

 

Mungkin setelah desember pamit

Tangan Tuhan menunjukan kerandaNya

Demikianlah januari meniupkan terompet duka cita

Menutup sebuah petaka

 

Za 28/12/2014

 

****

 

INTUSI II

 

 

Bagaimana menulis

Jika seluruh angin bertanya

Barusan desir angin

Menggugurkan selarik syairku

Membuyarkan bahasa semestaMu

 

Bagaimana kutuliskan

Syair malam yang kujumpai dihutan hujan

Tentang nestapa mengilukan

jejeritan terapung ditengah lautan.

 

Bagaimana kukabarkan

Ratusan nyawa bergelimpangan di antara puing puing baja putih

Disitu Disebuah pulau paling selatan antara laut dan daratan

Terapung raga tak lagi ketakutan

Lesap lenyap terbawa arus gelombang

 

Za 28/12/2014

 

MEMBACAKU SERUPA BUKU

 

 

Bisakah menterjemahkan

Setiap kata di beranda

Hiruk pikuk angan

Membahasakan butir butir asa

Tertuang tanpa jeda

Lupa menandakan harum

Menyematkan wangi melati

Singgahilah sesuka hati

Semau mata menjelajahi

 

Aku adalah kata mengembara

Menelusuri hati dan fikiranku sendiri

Tak perlu tata krama agar terlihat cantik

Terlanjur melankolik

Aku adalah buku terbuka

Karena ruh ku tersesat dalam kembara kata kata.

Lupa dengan cermin yang pernah retak

 

Membacaku tak pernah usai dengan satu tafsir

Karena catatanku teramat absurt menterjemahkan seluruh aku

Mungkin dilembar langit kelabu satu catatan pasti

Berwajah kan aku

Wajah mendung dengan senyum paling hujan dimataku

 

Za 28/12/2014

 

****

 

RUHKU TERPECAH BELAH

 

 

Ketika ruh ku terbelah menjadi bagian entah

Kupastikan bagian bagian yang terbelah itu adalah satu

Diriku sendiri bukan siapapun.

 

Dalam potongan potongan ruh

Menjelma kehidupan

Menyatukan harapan harapan

Dalam untaian doa

Jika timbul tenggelam bisa jadi pecahan ruh saling bertikai

Berebut menasbihkan kebenaran

 

Biarkan jiwa menemukan raganya

Ruhku terpecah belah

Menunjuk nama serupa jati diri

Berkolaborasi dengan suara hati

Melupakan sebuah nama

Bahkan wajah

 

Biarkan asumsi berhamburan

Bukankah ada tempat istimewa

Disini di hati

Ketika realita tak serupa asumsi menjuluki satu nama

Namaku

 

Za 28/12/2014

 

MERENANGI LAUTAN FIKIRANKU

 

 

Kata bagaikan ikan ikan yang berenang dalam kolam fikiranku

Kubiarkan ia hidup bergerak tanpa henti

Saat kata diam

Kupastikan kata berejakulasi

Membuahi benih benih asa berkotemplasi dalam denyut nadi

 

Ada yang mengairahkan

Saat kata timbul tenggelam

Mengajak hasrat berenang kian dalam

Jelajahi fikiran menyelam Di kedalaman hati

Terbuahi diam

Dalam syair sejuta kata merupai puisi

Membahasakan hati

Tak lantas sekali jadi

 

Za 28/12/2014

______________________________________________

 

 

Za Ku Za, Lahir di palembang 11-Februari-1971 . Tinggal di Kabupaten Semarang di bawah kaki gunung Ungaran. Hoby Membaca, Menulis dan Travelling. Bekerja sebagai Dosen , Assesor Pariwisata dan Lission Officer ( MICE ) Pernah kuliah di Pascasarjana STIEPARI Semarang.

Antologi pertama Negri Cincin Api ( 2010 ), Indonesia Dalam Titik 13’ (2013) Antologi Tunggal Nyanyian Sang Mawar Kikan ( 2012) Antologi Puisi Ibu Nusantara ( 2014)
(WS/Kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 21 Jul 2019 - 11:42
Minggu, 21 Jul 2019 - 10:57
Minggu, 21 Jul 2019 - 10:57
Minggu, 21 Jul 2019 - 10:55
Minggu, 21 Jul 2019 - 10:55
Minggu, 21 Jul 2019 - 09:57
Minggu, 21 Jul 2019 - 09:55
Minggu, 21 Jul 2019 - 08:57
Minggu, 21 Jul 2019 - 08:55
Minggu, 21 Jul 2019 - 08:42
Minggu, 21 Jul 2019 - 08:36
Minggu, 21 Jul 2019 - 08:29