20 May 2019

Pemuda Ansor Waykanan Gelar Lomba Baca Puisi

Konfrontasi - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, menggelar lomba baca puisi sebagai upaya nyata berpartisipasi aktif mengampanyekan migrasi aman dan mencegah terjadi perdagangan orang.

"Puisi yang dibuat mengisahkan lika-liku dan penderitaan buruh migran sebagai peringatan keharusan adanya perlindungan bagi calon tenaga kerja Indonesia, baik dari sisi internal calon pekerja maupun sisi eksternal pemerintah," kata Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Waykanan Heri Amanudin di Blambanganumpu, Senin (9/2).

Lomba itu, kata dia, bisa diikuti seluruh pelajar SMA sederajat di Indonesia. Peserta bisa meng-"upload" pembacaan puisi melalui YouTube dengan hastag atau tanda pagar #AnsorProMigrasiAman diikuti nama lengkap peserta, dan selanjutnya link video dikirim ke surat elektronik (surel) gpansorwaykanan@gmail.com dengan subject: Pro Migrasi Aman.

Pada saat pengiriman link video, lanjut dia, peserta diharuskan melampirkan (attachment) biodata lengkap berikut foto diri.

"Link pembacaan puisi diterima panitia selambat-lambatnya pada tanggal 27 Februari 2015 pukul 23.00 WIB," ujarnya.

Puisi-puisi yang ditetapkan panitia untuk dibaca peserta adalah "Soli Gadis Sumba" karya Rieke Diah Pitaloka, "Balada TKI" karya Heru Sutadi, "Elegi Nirmala Bonet" karya Mega Vristian, dan "Intan Terpendam" karya Dinda Astri seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Lampung.

Satu peserta hanya boleh membaca dan meng-"upload" satu dari puisi-puisi yang ditetapkan panitia dan bisa dicari melalui Google, serta selanjutnya akan dinilai oleh dewan juri berkompeten secara on line, yaitu Irman Syah, penyair, aktor, dan performer kelahiran Magek Sumatera Barat yang bergiat pada Komunitas Satra Kalimalang Bekasi (Jawa Barat) dan Komunitas Planet Senen Jakarta.

Juri lainnya adalah Oyos Saroso H.N., penyair dan jurnalis kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, yang hingga kini mewarnai denyut kehidupan sastra di Lampung.

Kemudian, Faisal Riza, pantomimer, teaterawan, dan aktivis pendamping anak-anak buruh migran di Ledokombo Jember, Jawa Timur, yang mengenyam pendidikan di Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (Asdrafi) serta Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta.

"Sebagai organisasi yang taklelah meyakini 'NKRI Harga Mati', sudah menjadi keharusan bagi kami, pemuda Nahdlatul Ulama (NU) untuk berperan aktif terlibat dalam gerakan-gerakan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," katanya pula.

Lomba yang terselenggara atas kerja sama dengan International Organization for Migration (IOM) Indonesia dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM tersebut memperebutkan total hadiah Rp1,5 juta, trofi, serta sertifikat bagi tiga pemenang.

"Juara pertama mendapatkan Rp750 ribu, juara kedua Rp500 ribu, dan juara ketiga Rp250 ribu," kata Heri lagi.

Dewan juri akan menilai pembacaan puisi berdasarkan penghayatan, mimik atau ekspresi dalam menyampaikan puisi, raut muka, dan gerak tubuh, lalu intonasi atau nada yang tepat dan teratur disesuaikan dengan rima. Selanjutnya, pelafalan (pembeda vokal dan konsonan yang dipertegas menonjolkan karakteristik puisi), serta penampilan (busana dan sikap percaya diri).

"Pembacaan puisi bisa diiringi alat musik, seperti gitar, piano, atau seruling. Penilaian juri antara 0--100, dan keputusan tersebut bersifat mutlak atau tidak dapat diganggu gugat. Pengumunan pemenang dilakukan pada tanggal 7 Maret 2015 melalui media online dan cetak," ujar Heri.

Pengambilan video pembacaan puisi boleh menggunakan kamera HP dengan sudut pandang (angle) yang diharapkan, yaitu medium shot (MS) atau menampilkan bagian tubuh dari pinggang ke atas.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 085609555768 atau @GPANSORWK1, demikian Heri Amanudin.(akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54