20 February 2018

Patung Buddha Dipamerkan di Mal

Konfrontasi - Patung Buddha berdiri setinggi 12 meter dipamerkan di mal, tepatnya di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak 2015.

"Patung Buddha berdiri ini menjadi atraksi utama yang disuguhkan dalam pameran. Tingginya bisa mencapai tiga lantai dan akan menjadi patung Buddha tertinggi di Indonesia," ujar Ketua Panitia Pameran Waisak, Billy L. Joeswanto, kepada wartawan di Surabaya, Rabu (27/5).

Pameran Waisak bertajuk "Vesak Festival 2015" ini mengangkat tema "Happy, Today!" dan berlansung mulai 28 Mei-3 Juni 2015.

Kegiatan ini digelar Yayasan Dharma Rangsi Buddhist Education Center (BEC) yang tujuannya melestarikan Buddha Dharma di Indonesia, khususnya Surabaya, dengan harapan mampu menyenangkan setiap orang yang terlibat di dalamnya dengan memaknai sejumlah nilai-nilai.

"Nilai-nilai tersebut yakni kemanusiaan, rasa syukur, saling berbagi kebahagiaan dan melakukan deklarasi untuk menjadi pribadi yang baik dan berperilaku baik," katanya.

Dalam pameran juga akan ditampilkan tujuh diorama, dengan tiga diorama yang menceritakn peristiwa penting setiap Hari Raya Waisak dan empat diorama interaktif, di mana pengunjung dapat terlibat langsung mempraktikkan ajaran Sang Budha.

Berikutnya, lanjut dia, dalam diorama peristiwa historis Waisak, pengunjung dapat ikut "memandikan calon Buddha", serta menyaksikan patung Buddha berbaring (Parinibanna) yang dapat berbicara.

"Tepat pada Hari Raya Waisak 2 Juni, akan ditampilkam Relik Buddha yaitu sisa jasmani dari Sang Buddha sendiri," tukasnya.

Sementara itu, Koordinator Even Anthony Soehartono mengatakan, pameran kali ini juga sebagai bukti bahwa ummat Buddha bukan terkesan ekslusif dan milik kelompok tertentu saja.

"Semua pengunjung, dari etnis dan agama apa saja bisa terlibat aktif. Ini sekaligus mengenalkan bahwa Buddha itu untuk publik, bukan ekslusif," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu agendanya adalah kampanye tentang pasukan kuning di Surabaya dengan mempersilakan pengunjung menyampaikan rasa terima kasih tertulis dan akan difoto, kemudian disampaikan ke "pahlawan kebersihan".

"Tanpa pasukan kuning, kota ini tak akan sebersih sekarang dan tidak menjadi langganan Adipura Kencana," katanya. (rol/ar)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...