12 November 2019

Parade Ogoh-ogoh Sudah Ada Sejak Zaman Bali Kuno

KONFRONTASI-Tahun baru Saka ‎1939 akan segera dirayakan umat Hindu Bali . Pada malam pergantian tahun, umat Hindu Bali ramai-ramai mengarak ogoh-ogoh keliling kota. Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang terbuat dari anyaman bambu, kertas koran dan pewarna. Belakangan, ada pula ogoh-ogoh yang dibuat dari stereoform.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sudiana menuturkan, ogoh-ogoh sudah ada sejak zaman Bali kuno. Biasanya, ogoh-ogoh selalu hadir setiap ritual keagamaan.

“Ogoh-ogoh itu dari dulu selalu ada setiap upacara. Ogoh-ogoh sudah ada sejak zaman Bali kuno atau sekitar abad ke-7,” kata Sudiana saat dihubungi, Rabu (22/3). Hanya saja, saat itu ogoh-ogoh belum diarak keliling kota seperti saat ini. Dahulu, ia menceritakan, ogoh-ogoh hanya dipajang di pura tempat pelaksanaan upacara keagamaan.

Ogoh-ogoh mulai diarak keliling kota para tahun 1960-an. ‎”Namun, itu masih di beberapa lokasi saja. Arak-arakan ogoh-ogoh semakin semarak sejak tahun 1986, ketika hari raya Nyepi diakui sebagai hari libur nasional oleh pemerintah,” jelasnya.

Denpasar adalah kota yang mengawali parade ogoh-ogoh secara besar-besaran. ‎Baru setelahnya kota-kota lain mengikuti mulai dari Gianyar, Badung, Tabanan, Buleleng, Karangasem, Bangli, Klungkung dan Jembrana.

“Tapi saat itu ogoh-ogoh masih kecil-kecil, belum besar-besar seperti sekarang. Dalam perkembangan, terjadi modifikasi sehingga ogoh-ogoh besar-besar seperti sekarang. Saat ini ogoh-ogoh sudah menjadi kebudayaan dunia di mana warga di Amerika Serikat, Australia, Jerman juga beberapa ikut membuat dan mengarak ogoh-ogoh,” ucapnya bangga.

Meski mengalami modifikasi, namun Sudiana menilai subtansi ogoh-ogoh tetap tak berubah. Boneka raksasa itu tetaplah sebagai manifestasi dari Bhutakala.‎

“Subtansi ogoh-ogoh dari dulu sampai sekarang tetap sama, yakni manifestasi dari Bhutakala. Ogoh-ogoh dalam perwujudan yang lebih tinggi itu disebut pretima. Itu seperti barong dan lain sebagainya,” demikian Sudiana.[mr/akt]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...