23 November 2017

Nafsu Syahwat, Kebebasan dan Pembunuhan di Pesta Tahun Baru - Puisi

Oleh: Djuhardi Basri

kembali januari mengelupas tubuh dengan kemarahan dan kesedihan. kondom-kondom berceceran bersama sisa-sisa sperma, sobekan kertas trompet, bungkus rokok, botol aqua, botol minuman keras, serta sisa sobekan usus yang berantakkan. ada yang terbunuh semalam, usianya masih sangat muda, wajahnya imut dan polos, namun ada segumpal noda tersimpan di lambungnya. jalanan jadi sunyi, hanya menyisakan aroma amis sperma, alkohol, asap ganja, dan bau darah yang menguap perlahan. sebutir embun tak jadi jatuh, tersangkut dan merenung di putik kamboja sambil menahan isak yang mengalir di sudut mata.

kembali januari membuka tubuhnya dengan kesedihan dan kemarahan yang dalam. sisa kondom yang tersobek, ceceran sperma, kertas trompet, bungkus rokok, botol aqua dan mansion, sobekan usus yang terburai dari lambung pemuda belia. adalah simbol peradaban dan agama semakin sekarat. nafsu syahwat dan kebebasan telah membunuh semuanya, bahkan dirinya sendiri.

Kotabumi, 02.01.2017

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...