21 January 2019

Myanmar dan Korsel Tampi Meriahkan SIPA Solo

Konfrontasi - Pergelaran seni pertunjukan "Solo Internasional Performing Arts" (SIPA) 2104 di Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Sabtu malam (13/9). Ikut dimeriahkan oleh delegasi  Korea Selatan dengan tari singa "Pukchong" yaitu sebuah drama rakyat Korsel.

 Drama rakyat asal Kota Pukchong Korsel tersebut pertunjukan tari singa yang anggun dan akrobatik dengan diiringi alat musik drum, jing atau gong kecil serta tung-so sejenis seruling dari Korea yang menghangatkan ribuan penonton SIPA di venue cagar budaya Benteng Vastenburg itu.

Alat musik tung-so dari batang bambu yang menghasilkan suara meriah tersebut mengiringi tarian tradisional dua singa yang diperagakan empat penari menjadi daya tari tersendiri bagi pengunjung SIPA yang dikunjungi sekitar lima ribu penonton itu.

Menurut Chun San pimpinan delegasi asal Korsel, bahwa pertunjukan tari singa adalah drama yang sering dipentaskan di Kota Pukchong, Provinsi Hanmkyung Korea bagian paling utara. Pertunjukan ini dipentaskan oleh warga kota pada setiap malam bulan purnama tahun baru di awal Januari.

"Kita dapat melacak sumbernya kembali ke era tiga kerajaan di Korea, Paikje, Shilla, dan Kogury. Beras dan uang yang dibayarkan oleh setiap rumah digunakan untuk membangun desa. Melalui tradisi ini, harmoni masyarakat dibangun," katanya.

Ia menjelaskan, puluhan desa di Pukchong mayoritas masyarakat di setiap desa disiapkan untuk pertunjukan barongsai guna menyingkirkan roh-roh jahat Menurut dia, alat musik yang digunakan untuk pertunjukan tari singa terdiri dari tung-so sejenis seruling, drum, dan gong kecil.

Pertunjukan SIPA di Solo ini yang sudah populer dan banyak dikunjungi penonton ini, kata dia, sama seperti pertunjukan di Korsel yang namanya festival Andong.

Pertunjukan seni budaya SIPA Keenam tersebut menambah meriah setelah tampil delegasi asal Myanmar dengan "Alinkarwutyee Music end Dancer Troupe" yang berdiri sejak 1999.

Delegasi Myanmar menampilkan enam jenis tarian antara lain "Shwe Poppa Myaing" yang merupakan tarian untuk menghormati Gunung Poppa di Myanmar, "Duet Dance" yang ditulis oleh Maung Maung Aye merupakan seorang ketua grup musik di Myanmar, "Zaw Dance" yang ditampilkan oleh Pupper Show, "Panoramic Three Colors in" yakni tarian yang berhubungan dengan keagamaan.

Menurut Maung Maung Aye pimpinan delegasi Myanmar, ada enam jenis tari tradisional asal Myanmar yang ditampilkan dalam SIPA di Solo.

"Saya bangga bisa tampil dalam seni pertunjukan yang mampu menggabungkan sejumlah budaya dari banyak negara. Masyarakat Solo sangat antusias dengan seni budaya dan ramah," kata Maung Maung Aye.

SIPA diakhiri dengan tampilnya Grup Seni Hapsari asal Bandung dengan tari kelangan yang menggambarkan citra diri manusia masa kini yang terkadang lupa akan nilai-nilai hakikinya. Berbuat yang berlawanan dengan hati nurani.

Tari jaipongan yang diperagakan sebanyak enam penari perempuan dengan gerakan langkah kaki dan tangan yang serasi mengakiri pergelaran seni budaya SIPA di Solo. (ant/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...