16 October 2019

Musim Yang Teratur - Puisi

Oleh:  Juftazani

kuingat ketika kecilmu
ruhmu dipenuhi taman-taman indah
dengan musim yang teratur
tapi sekian tahun kemudian
tamanmu dipenuhi semak perdu yang tak menganggu
o betapa sedihnya hati ini
ketika kutemukan tamanmu telah menjadi hutan rimba

mengapa kita selalu memprioritaskan lorong-lorong
yang ada dalam ruh
otakmu, egomu, nafsumu, kecerdasanmu, perasaanmu
adalah lorong-lorong dalam taman ruhmu
tapi lorong-lorong itu tumbuh liar
dan menjadi hutan dan menelan taman
padahal tamanmu yang hilang itulah
pintu yang menghubungimu
dengan sumber mata air yang tak pernah kering

yang mengatur musim-musim yang tertata rapi
tapi sumber mata air itu telah tertutup dan hilang
musim-musimmu datang pergi penuh berantakan
di tengah kerimbunan hutan belantara otakmu, nafsumu,
perasaanmu, keterkenalanmu, kekayaanmu, kecerdasanmu
yang kau sembah sebagai tuhanmu

 

Jakarta, 19 Ramadhan 1429 H/ 19 September 2008

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...