29 March 2020

MUSIM SIMULAKRUM (5 - Puisi Juftazani

Oleh:   Juftazani

Riuhnya perjalanan hari ini
Seriuh pasar terbesar di bumi
Seribu pencopet, seribu koruptor, seribu penggoda, seribu maniak seks, seribu mafia
Ah, negara pun jadi simulakrum mafia-mafia lapar
lapar yang akut
Mereka permainkan dan bermain dalam negara yang mau jadi mainan
para pemain sepertinya komunis
para pemain ,pastinya mereka kapitalis
dua entitas raksasa ini kawin dan menyedot kekayaan negaramu
yang dipermainkan

Simulakkrum, penanda hidup yang tiada arah dan tujuan
setiap orang jadi serigala
Yang tak bermutasi jadi serigala
Akan jadi mangsa

Ini Simulakkrum yang kacau-balau
hiruk-pikuk pasar yang menghisap
bagai kumparan lobang hitam
Siapa saja yang lewat di lingkarannya
Tersedot ke dalam lingkaran tak bermakna

Tangerang, 24 Desember 2014

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...