6 December 2019

MUSIM SIMULAKRUM *(1 Puisi Juftazani

Oleh: Juftazani

 

Kita ada di musim simulakrum
Di musim simulakrum
Citra adalah pantulan mendasar dari realitas
Citra melenyapkan unsur alam dari kenyataan
Di musim simulacra - Citra menyelimuti ketidak-hadiran realitas
Di musim simulacra - Citra tak memiliki hubungan apapun dengan kenyataan
Dengan kenyataan – semua hanyalah kebohongan belaka

 

Kita hidup dalam dunia gambar, dunia citra,
Penanda peristiwa pengganti dunia pengalaman
Kita hidup dalam cengkeraman kapitalisme raksasa
Yang menggenggam dunia dan mempermainkan kita
Dari mesin komputer
dari telepon genggam
Dan televisi yang kita tonton
Kita hidup dalam permainan dan hidup kita selalu dipermainkan

Kesengsaraanmu telah dipermainkan,
musibah gunung atau longsor yang menimpamu ikut dipermainkan
kelaparan suatu bangsa jadi permainan
virus ebola menyerang benua Afrika adalah sebuah permainan
Kita hidup dalam musim permainan
Permainan = simulakra = simulakrum
Citra dan pencitraan adalah simulacrum (permainan)
Presiden terbaru Indonesia naik ke panggung kekuasaan
Melalui simulakrum
Kalau anda merasa dipermainkan oleh presiden republik Indonesia
Sejak ia naik ke panggung kekuasaan
Jangan heran
Karena hidup di zaman ini hanyalah permainan dan dimain-mainkan
Oleh kekuatan besar dan sanggup menelan seluruh bangsa ke dalam lingkaran
Permainan.

Tangerang, 22 Desember 2014
--------------------------
----------------------------
*) Membicarakan simulacrum (simulacra, simulacrum) adalah membicarakan filsafat komunikasi manusia-manusia paska modern. Filsafat komunikasi ini merupakan upaya analitis kritis, dan teori holistis dari proses komunikasi yang meliputi segala dimensi menurut bidangnya, sifatnya, tatanannya, tujuannya, fungsinya, tekniknya, dan metodenya.

Menurut Jean Baudrillard Manusia abad kontemporer (abad sekarang ini) berada dalam dunia simulacra (gambar, citra atau penanda suatu peristiwa yang telah menggantikan pengalaman).Jadi pengalaman yang sesungguhnya telah disulap menjadi sebuah dunia baru, yang dapat dipermainkan. Manusia postmodern hidup dalam dunia yang penuh dengan simulasi, tidak ada yang nyata di luar simulasi, tidak ada yang asli yang tak dapat ditiru. Karena itu ketika Anda memakan mie goreng rasa rendang, Anda ternyata telah ditipu. Anda ditipu oleh produk-produk yang menipu rasa lidah Anda, seolah-olah Anda menikmati rendang dalam produk mie goreng.

Selamat menikmati dunia simulakrum.Presiden Simulakrum, Wakil presiden Simulakrum, Para menteri simulakrum, Negara simluakrum.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...