28 March 2020

Museum Radya Pustaka Solo Gelar Jamasan Pusaka

Konfrontasi - Pengelola Museum Radya Pustaka Kota Solo, Jawa Tengah, menggelar jamasan pusaka dalam rangka peringatan tahun baru berdasarkan penanggalan Jawa, Sura, sekaligus hari ulang tahun ke-125 museum tersebut.

"Pada hari Rabu (28/10) Hari Ulang Tahun Ke-125 Museum Radya Pustaka yang bertepatan dengan Bulan Sura, maka sekalian diadakan kegiatan menjamas pusaka, 'mengisis' wayang," kata Ketua Komite Museum Radya Pustaka Solo Purnomo Subagyo di Solo, Rabu (28/10).

Sebanyak 21 pusaka koleksi Museum Radya Pustaka Solo dijamas dan 103 wayang kulit "diisis" pada kesempatan itu.

Ia menjelaskan jamasan pusaka koleksi museum itu dilakukan setahun sekali, setiap Sura. Jamasan pusaka untuk membersihkan kotoran yang melekat di berbagai pusaka koleksi musum. Hanya pusaka yang kotor yang dijamas.

"Museum ini mempunyai koleksi pusaka baik berupa tombak, keris, atau yang lainnya ada 500 lebih dan ini kalau dijamas semua jelas tidak mampu tenaganya, untuk menjamas 21 pusaka itu saja sudah memerlukan waktu lama," katanya.

Purnomo mengatakan jamasan pusaka dan "mengisis" wayang, selain untuk merawat koleksi museum juga dalam rangka menarik kunjungan wisatawan.

"Karena kegiatan ini termasuk langka yang hanya digelar satu tahun sekali setiap bulan Sura," katanya.

Seorang empu keris, Daliman Puspo Budaya, mengaku hanya menjamas 21 pusaka yang menjadi koleksi museum tersebut pada Sura kali ini.

Berbagai pusaka koleksi Museum Radya Pustaka itu, antara lain keris dan tombak buatan masa Kerajaan Pejajaran, Majapahit, dan Mataram, serta pusaka berasal dari Bali.

Ia mengatakan jamasan pusaka yang diselenggarakan pengelola museum tersebut pada tahun-tahun lalu untuk umum, akan tetapi pada tahun ini hanya pusaka koleksi museum setempat.

"Karena waktu dan tenaganya tidak memungkinkan," katanya.

Menyinggung keaslian pusaka koleksi Museum Radya Pustaka, Daliman Puspo Budaya yang juga staf pengajar Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) itu, mengatakan menjamin semuanya asli.

"Saya menangani koleksi Museum Radya Pustaka sudah puluhan tahun. Jadi mengerti persis mengenai koleksi yang ada di sini. Jadi kalau ada orang yang mengatakan koleksi pusaka di museum ini tidak asli, itu jelas tidak benar," katanya.(rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...