18 January 2020

Menuju Moskwa: Catatan Perjalanan Dari Unpad ke Rusia (bag 2)

Dari Redaksi: Mulai minggu ini, prosa bersambung, seberkas catatan perjalanan dari Nurbayu Nandes Manan, alumnus FIB studi Rusia Universitas Padjadjaran, dimuat bersambung di media (koran internet)  ini. Selamat membaca. 

(Bagian 2): MOSKWA- Rusia Menanti . Sedari awal, sejak pengumuman kelulusan beasiswa Rusia, saya dan ke 4 teman memang tidak tinggal diam dan meratapi nasib. Kami tak hanya Membuat Proposal  kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kami juga membuat Proposal dan melengkapi semua persyaratan untuk Program Beasiswa Unggulan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rebublik Indonesia. Beasiswa ini memang terbuka untuk umum, terutama untuk para siswa yang akan menempuh pendidikan S1, S2, dan S3. Untuk jenjang S1 dan S2 yang akan diberikan beasiswa tambahan uang saku, sedangkan untuk jenjang S3 beasiswa yang diberikan adalah beasiswa penelitian. di dalam WEB PROGRAM BEASISWA UNGGULAN menerangkan jumlah dana beasiswa yang diberikan sebesar 750 Euro per bulan. WOW. itu uang yang banyak sekali bagi kami para mahasiwa. Kalau memang benar itu sangatlah cukup untuk membiayai kebutuhan kami bahkan setelah pulang nanti malah bisa kebeli mobil :) 

 

Kami pergi ke rumah alumni yaitu DR. Herdi Sahrasad. Kami biasa memanggil beliau dengan sebutan bang Herdi. Dia adalah peneliti senior (research journalist) sekaligus dosen (faculty member) di Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta. kami pun meminta saran kepadanya. Bang Herdi pun menyarankan kepada kamu untuk pergi mencari surat pada setiap anak surat keterangan dari musholah tempat kami tinggal yang menjelaskan kalo kami adalah anak umat, dari surat musholah itu nanti kita datang ke PBNU untuk minta rekomendasi dari ketua dan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan kami mendapatkan rekomendasi sebagai kader NU yang akan melanjutkan studi ke Luar Negeri dan surat rekomendasi tersebut kami gunakan untuk meminta dana kepada Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Ya, kami yakin ini jalan kami untuk mendapatkan dana tambahan untuk biaya hidup kami selama menempuh pendidikan kami di Luar Negeri.

 

Saya lengkapi semua persyaratan dari A-Z yang dibutuhkan untuk mendaftar beasiswa unggulan ini. Dari mengisi formulir sampai kami harus membuat artikel yang intinya untuk mempromosikan dan membagus-baguskan instansi tersebut. Tak lupa surat Rekomendasi dari PBNU yang saya lampirkan dalam tumpukan berkas-berkas lainnya. Saya serahkan kepada staf biro dan sebagai bukti saya mendapatkan bukti bahwa kami telah mengumpulkan berkas-berkas untuk beasiswa unggulan. Tenang pikiranku. Berkas sudah terkumpul lengkap dan saya tinggal menunggu kabar diterimanya dana anggaran yang saya buat atau sama nasipnya dengan berkas-berkas yang terdahulu berada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam gambar di Moskwa  di atas dari kiri ke kanan yakni Rifqi Isqo, Ahmad Danial, Fuad Subhan, Ryan Fauzhan, Bayu Nandes Manan.


Informasi yang saya dapat dari ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia Rusia (Permira). Dalam chatku bersama ketua PERMIRA, dia mengatakan pasca kunjungan RI 1 dan Menteri Pendidikan ke Rusia, RI 1 berjanji akan memberikan dana tambahan untuk mahasiswa yang sedang studi di Rusia. Saya mencari kebenaran berita tersebut kepada staf Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Ternyata hal tersebut dibenarkan oleh perwakilannya yang bernama Bapak Abe. Pak abe, adalah penanggung jawab beasiswa unggulan di BPKLN.

 

Beliau diundang oleh salah satu penerima beasiswa ke Rusia. Sarjawo namanya, sarjawo ini adalah staf dari SEAMOLEC yang akan melanjutkan studi S3 di Rusia, baik niat dia untuk mengundang kami para penerima beasiswa ke Rusia lainnya untuk mengikuti acara temu kangen bersama pak ABE, mungkin saja nanti berkas kami bisa mulus dan diloloskan oleh Pak ABE. Beliau ini menjelaskan semua kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi 20 tahun ke depan  kondisi negara ini. Saya tidak tau dapat darimana semua berita tersebut, yang tau hanya ALLAH SWT pikirku. Alurngidul yang memakan waktu kurang lebih 5 jam ini, membahas tentang banyaknya sektor yang berpotensi untuk 20 tahun ke depan. Indah benar kedengarannya. Bagus memang beliau menjadi pembicara mewakilkan BPKLN. sekali lagi semoga berkas kami lolos semua. AAAMIINNN! (novel bersambung)

Nurbayu Nandes, menulis dari Rusia

 

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...