14 December 2019

Mencari Muhammad - Puisi Chavchay Syaifullah

kutabur tabik di pintu kotamu debu tertabur di padang tandus angin menaburkan zikir di bukit batu-batu doa-doa ahli dosa bertaburan senja sudah khatam di madinah tapi kamar hotel masih terkunci orang-orang bergegas meninggalkan lorong-lorong azan maghrib masih berkumandang aku mencarimu aku dicekik sepi aku mencari kaidah zaman tapi cakrawala masih menyembunyikannya langkah kaki makin lelah dosa-dosa masih tertata di hati yang ungu yang makin beku ya Allah, inikah kota nabiku? dari sebelah mana ia memanggilku? dari hotel ke hotel tak kutemukan dari bukit ke bukit tak kujumpai aku menggigil jantungku berdetak bibirku retak aku kehilangan arah ya Allah, inikah masjid nabiku? di sebelah mana ia terus bersujud dari mimbar ke rumahnya dari taman surga yang ia sabdakan aku masih belum menemukannya aku menjerit airmataku sudah terlalu kering di dalam kotamu, Muhammad aku makin sadar dosa-dosaku ternyata tak lebih sedikit dari jumlah debu di kotamu aku tergerus dalam badai ini Madinah, Saudi Arabia, 2017. _______________________________ Chavchay Syaifullah merupakan penyair Angkatan 98. Aktif dalam pergerakan Reformasi 98 dan menulis di semua bentuk karya sastra, baik puisi, novel, cerpen, naskah drama, skenario film, lirik lagu, esei, dan jurnalisme sastrawi. Buku antologi puisi tunggalnya: Multatuli Tak Pernah Mati (2000), Pucuk Risau (2010), dan Tepi Renjana (2015). Kini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Banten (DKB) dan Ketua Departemen Seni dan Budaya PARMUSI (Persaudaraan Muslimin Indonesia).
Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...