19 March 2019

Mari, Lihat Foto-foto Ini - Seperti Apa Wajah Banda Aceh Dulu dan Kini?

KONFRONTASI -    Kota Banda Aceh termasuk satu kota tertua di nusantara yang memiliki khasanah budaya sejarah panjang.

Kota ini dulunya bernama Kutaraja.

Dilihat dari sejarahnya Banda Aceh kini sudah berusai 812 tahun.

Sebuah perjalanan panjang lintas zaman.

Baca: FOTO-FOTO: Ketika 1.000 Hidang Pecahkan Rekor Muri di Banda Aceh dan Masuk Trending Topic di Twitter

Kota Banda Aceh sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam yang berdiri pada abad ke-14 juga merupakan salah satu dari lima Kerajaan Islam terbesar di dunia.

Kota yang terletak di ujung Pulau Sumatera ini menyimpan berbagai situs peninggalan sejarah lintas zaman.

Mulai dari masa Kesultanan, masa Kolonial Belanda, masa bergabung dalam NKRI, masa konflik hingga tsunami.

Baca: In Dia Foto Model-model Cantik di Karnaval HUT RI di Banda Aceh

Berbagai situs objek wisata tersebut, antara lain adalah Masjid Raya Baiturrahman, Kompleks Taman Ghairah (Taman Sari), Museum Sejarah Aceh, Museum Tsunami Aceh, dan Makam Sultan Iskandar Muda.

Termasuk berbagai situs peninggalan sejarah lainnya terdapat di berbagai sudut kota Islam tertua di Asia Tenggara ini.

Foto-foto berikut ini adalah sebagian kecil potret wajah Kota Banda Aceh tempo dulu yang terekam berdasarkan koleksi Tropen Museum antara tahun 1880-1910.

Jembatan Pante Pirak dulu menjadi spot bagi pasukan Belanda menikmati pemandangan sore (atas). Kini jembatan tersebut sudah terlihat gagah dan lebih luas (bawah).

Jembatan Pante Pirak dulu menjadi spot bagi pasukan Belanda menikmati pemandangan sore (atas). Kini jembatan tersebut sudah terlihat gagah dan lebih luas (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Pemandangan Simpang Lima dilihat dari arah Kuta Alam (atas). Kini dipotret dari arah yang sama kawasan Simpang Lima jauh lebih apik dengan tugunya yang indah. Simpang Lima kini menjadi pusat kota paling ramai dan menjadi pusat aksi demonstrasi mahasiswa (bawah).

Pemandangan Simpang Lima dilihat dari arah Kuta Alam (atas). Kini dipotret dari arah yang sama kawasan Simpang Lima jauh lebih apik dengan tugunya yang indah. Simpang Lima kini menjadi pusat kota paling ramai dan menjadi pusat aksi demonstrasi mahasiswa (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Lokomotif Kereta Api Aceh yang sempat jaya di era penjajahan Belanda pada tahun 70-an, namun sekarang sudah punah dan berhenti untuk selamanya (atas). Monumen kereta api Aceh yang kini teronggok menjadi saksi bisu atas kejayaan transportasi massal itu pada masanya. Kini monumen itu terletak di kawasan depan pusat belanja Barata (bawah).

Lokomotif Kereta Api Aceh yang sempat jaya di era penjajahan Belanda pada tahun 70-an, namun sekarang sudah punah dan berhenti untuk selamanya (atas). Monumen kereta api Aceh yang kini teronggok menjadi saksi bisu atas kejayaan transportasi massal itu pada masanya. Kini monumen itu terletak di kawasan depan pusat belanja Barata (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Kawasan Peunayong tempo dulu yang masih tampak lengang (atas). Sekarang Peunayong kian ramai dan menjadi pusat belanja masyarakat serta pusat kuliner (bawah)

Kawasan Peunayong tempo dulu yang masih tampak lengang (atas). Sekarang Peunayong kian ramai dan menjadi pusat belanja masyarakat serta pusat kuliner (bawah) (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Gereja Hati Kudus dibangun sekitar tahun 1926 (atas). Gereja ini terletak di depan Markas Komando Daerah Militer Iskandar Muda yang juga menjadi simbol teleransi umat beragama di Aceh. Kini gereja tersebut sudah tampak lebih tertata rapi (atas).

Gereja Hati Kudus dibangun sekitar tahun 1926 (atas). Gereja ini terletak di depan Markas Komando Daerah Militer Iskandar Muda yang juga menjadi simbol teleransi umat beragama di Aceh. Kini gereja tersebut sudah tampak lebih tertata rapi (atas). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Taman Sari (Taman Ghairah) tempo dulu tampak lebih luas dengan jalan semen berliku. Taman ini menjadi tempat bermain putri Sultan (atas). Sekarang wajah Taman Sari atau disebut Taman Bustanussalatin sudah berubah total dengan wajah yang lebih modern (atas)

Taman Sari (Taman Ghairah) tempo dulu tampak lebih luas dengan jalan semen berliku. Taman ini menjadi tempat bermain putri Sultan (atas). Sekarang wajah Taman Sari atau disebut Taman Bustanussalatin sudah berubah total dengan wajah yang lebih modern (atas) (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Kawasan depan masjid Raya Baiturrahman yang masih berkubah satu tampak lempang, biasa disebut kawasan Sinbun Sibreh (atas). Kini kawasan itu menjadi pusat kota paling ramai dilintasi kendaraan (bawah).

Kawasan depan masjid Raya Baiturrahman yang masih berkubah satu tampak lempang, biasa disebut kawasan Sinbun Sibreh (atas). Kini kawasan itu menjadi pusat kota paling ramai dilintasi kendaraan (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Pendopo Gubernur Aceh ini dibangun pada tahun 1880 M. Pendopo merupakan salah satu pembangunan awal kolonial Belanda di Aceh (atas). Pendopo sekarang menjadi rumah dinas Gubernur Aceh dan kondisinya sudah lebih terawat (bawah).

Pendopo Gubernur Aceh ini dibangun pada tahun 1880 M. Pendopo merupakan salah satu pembangunan awal kolonial Belanda di Aceh (atas). Pendopo sekarang menjadi rumah dinas Gubernur Aceh dan kondisinya sudah lebih terawat (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Menara Air ini merupakan peninggalan pemerintah Hindia Belanda, yang kini menjadi situs wisata sejarah. Letaknya tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman, atau bersebelahan dengan Taman Sari Bustanussalatin, Banda Aceh. Dibangun tahun 1880-an, monumen yang dalam bahasa Belanda disebut Water Terront ini masih kokoh berdiri di tengah kota (atas). Kini Menara Air tersebut masih dapat dilihat meskipun sedikit kurang terawat, terutama dari segi catnya yang sudah mulai pudar (bawah).

Menara Air ini merupakan peninggalan pemerintah Hindia Belanda, yang kini menjadi situs wisata sejarah. Letaknya tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman, atau bersebelahan dengan Taman Sari Bustanussalatin, Banda Aceh. Dibangun tahun 1880-an, monumen yang dalam bahasa Belanda disebut Water Terront ini masih kokoh berdiri di tengah kota (atas). Kini Menara Air tersebut masih dapat dilihat meskipun sedikit kurang terawat, terutama dari segi catnya yang sudah mulai pudar (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Dua gadis Belanda berdiri dengan latar rumah tua bergaya klasik di Jalan Nyak Adam Kamil II Neusu Jaya (atas). Kini kompleks perumahan peninggalan kolonial Belanda tersebut ditetapkan kawasan cagar budaya nasional dan tampak lebih terawat (atas).

Dua gadis Belanda berdiri dengan latar rumah tua bergaya klasik di Jalan Nyak Adam Kamil II Neusu Jaya (atas). Kini kompleks perumahan peninggalan kolonial Belanda tersebut ditetapkan kawasan cagar budaya nasional dan tampak lebih terawat (atas). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Dulunya Aceh memiliki stasiun kereta api (Ach Tramp) terletak di dekat Keraton atau sekitar pusat belanja Barata (atas). Sekarang kawasan tersebut sudah dibangun pusat perbelanjaan dan sebagian menjadi jalan (bawah).

Dulunya Aceh memiliki stasiun kereta api (Ach Tramp) terletak di dekat Keraton atau sekitar pusat belanja Barata (atas). Sekarang kawasan tersebut sudah dibangun pusat perbelanjaan dan sebagian menjadi jalan (bawah). (SERAMBI/ANSARI HASYIM)

Kawasan depan masjid Raya Baiturrahman yang masih terdapat satu bangunan (atas). Kini kawasan itu sudah berganti dengan taman (bawah). Kawasan depan masjid Raya Baiturrahman yang masih terdapat satu bangunan (atas). Kini kawasan itu sudah berganti dengan taman (bawah)

Dilihat dari sejarahnya Banda Aceh kini sudah berusai 812 tahun.

Sebuah perjalanan panjang lintas zaman.

Baca: FOTO-FOTO: Ketika 1.000 Hidang Pecahkan Rekor Muri di Banda Aceh dan Masuk Trending Topic di Twitter

Kota Banda Aceh sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam yang berdiri pada abad ke-14 juga merupakan salah satu dari lima Kerajaan Islam terbesar di dunia.

Kota yang terletak di ujung Pulau Sumatera ini menyimpan berbagai situs peninggalan sejarah lintas zaman.

Mulai dari masa Kesultanan, masa Kolonial Belanda, masa bergabung dalam NKRI, masa konflik hingga tsunami.

Baca: In Dia Foto Model-model Cantik di Karnaval HUT RI di Banda Aceh

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...