11 December 2017

Mari Kita Intip Atraksi Budaya Adat Melaot di Sabang

KONFRONTASI -  Sail Sabang 2017 tidak sekadar dimeriahkan perlombaan dan atraksi kapal-kapal besar, ada juga festival adat. Salah satunya Atraksi Budaya Adat Melaot.

Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan.

Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarek Pukat dan Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulangong.

"Ini salah satu cara melestarikan tradisi di Aceh khusus di kampung nelayan. Setiap tahun ada acara ini," ujar Husein, panitia acara Atraksi Budaya Adat Melaot di lokasi acara, Senin (4/12).

Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini.

"Selama tiga hari dari hari ini nelayan dilarang melaot (melaut). Ini supaya sumber daya laut tidak habis kita ambil terus. Kita sebut hari pantang melaot," teranh Husein.

Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tumpah di pantai untuk menyantap kuah beulanggong.

"Kita potong satu lembu besar semalam, lalu kita masak kuah beulanggong pagi ini untuk kenduri laot," ujar Syarief, si juru masak kuah beulanggong.

Cara masaknya pun unik. Daging sapi yang sudah dipotong dadu besar dimasak dalam empat kuali besar dengan bumbu kare. Masakan kuah beulanggong ini juga ditambah dengan nangka muda.

"Ini salah satu makanan wajib kalau datang ke sini. Wajib coba. Pasto ketagihan," timpal Mahmud yang ikut memasak kuah beulanggong.(Jft/Merdeka)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...