24 May 2019

Lima Buku Wajib Bagi si Kutu Buku Tahun 2015

KONFRONTASI - Bagi si kutu buku, terbitnya buku baru tentu sangat ditunggu-tunggu. Selain menambah koleksi, juga tentu saja menambah wawasan dan menghibur.

Ribuan judul siap mengisi rak-rak toko buku sepanjang 2015 mendatang. Lima di antaranya bisa jadi wajib mengisi rak perpustakaan pribadi Anda.

Isinga

Buku roman Papua ini ditulis oleh Dorothea Rosa Herliany. Rosa berusaha menguak konflik manusia di tanah Papua. Salah satunya, ihwal peran laki-laki dan perempuan di daerah yang masih memegang tinggi adat dan istiadat. Dilansir dari laman Gramedia Pustaka Utama, berikut sepenggal kisah dalam Isinga.

“Malom berpikir itu sudah menjadi tugasnya sebagai laki-laki. Tugas yang diminta masyarakat. Suami harus mengawini istri agar menghasilkan anak. Perempuan adalah makhluk yang mendatangkan kesuburan.”

Anak laki-laki berguna untuk menuntut pengakuan akan tanah dan simbol penerus keturunan. Makin banyak anak laki-laki, makin berharga dan bermartabat. Tanah luas dan keturunan banyak. Anak laki-laki juga berguna agar prajurit mati ada yang menggantikan. Anak perempuan bernilai ekonomi. Perempuan berguna untuk mendapatkan mas kawin dan harta adat (babi).”

Rosa sendiri adalah penulis yang telah banyak meraih penghargaan. Beberapa di antaranya sebagai penulis terbaik dari Pusat Bahasa Indonesia pada 2003, dan The Khatulistiwa Liliterary Award untuk karya Santa Rosa pada 2006 silam.

Rembang Jingga

Buku yang ditulis oleh TJ Oetoro dan Dwiyana Premadi bercerita tentang kehidupan empat perempuan. Takdir mempertemukan mereka di sebuah tempat, Rembang. Dilansir dari laman Gramedia Pustaka Utama, berikut adalah cuplikan kisah dalam Rembang Jingga.

“Amanda Anwar menemukan kakaknya, Linda, tewas karena overdosis narkoba. Meninggalnya Linda menimbulkan kemarahan orangtuanya, Amanda berusaha membuka hati ayahnya dengan mencari tahu penyebab Linda terjerumus ke dunia narkoba melalui sebuah buku harian.”

“Beberapa tahun setelah suaminya meninggal dunia, Karina Hakim memutuskan meninggalkan New York bersama anaknya, kembali ke Jakarta untuk membangun kehidupan baru. Sahabatnya, Amanda, mengajaknya pergi ke Rembang untuk membuktikan sebuah fakta dalam buku harian Linda. Melewati New York, Jakarta, Rembang, ternyata masa lalu Karina masih terus menghantuinya.”

“Tidak tahan dipaksa jadi pelacur oleh ayahnya, Diar memutuskan minggat dari tempat prostitusi di Pantura. Hingga takdir hidup membuat Diar harus pulang lagi ke Rembang.”

“Setelah menikah, Ires berharap mendapatkan kasih sayang dari suami yang sangat dicintainya. Namun, yang ia dapatkan hanya kekerasan fisik dan mental.”

“Di Rembang keempatnya bertemu, bersahabat, dan akhirnya malapetaka yang timbul membuat salah satu dari mereka harus membayar mahal.”

Masterpiece of Love

Novel ini merupakan karya Monica Petra. Diangkat dari kisah hidup Monica sebagai seorang anak dengan microtia unilateral grade 3, yaitu bentuk telinga luar yang kecil. Kondisi tersebut telah dialaminya sejak lahir.

Buku ini ditujukan sebagai dukungan untuk para orang tua dan anak-anak dengan microtia di seluruh dunia. Dilansir dari laman Gramedia Pustaka berikut adalah kutipan dari novel Masterpiece of Love yang menginspirasi.

“Pada awalnya, aku tidak merasa berbeda dari orang lain. Sampai aku memasuki masa sekolah di TK dan berbaur dengan anak-anak lain. Aku menyadari ada yang salah dengan diriku, dari ejekan dan sikap teman-temanku yang menjauh. Hanya karena daging kecil yang sedikit lebih besar dari kulit jeruk di pipi kananku.”

“Aku berpikir, bagaimana jika mereka melihat telinga kananku? Mereka pasti akan semakin menggangguku. Aku pun melindungi diriku dari dunia. Aku tidak ingin orang-orang mengejek, apalagi mengasihaniku.”

Koala Kumal

Dari Kambing Jantan sampai Manusia Setengah Salmon, buku-buku Raditya Dika tak pernah surut penggemar. Pada 17 Januari 2015 nanti, Radit kembali merilis novel terbarunya, Koala Kumal. Judul yang lucu dan bikin penasaran. Dilansir dari laman pribadi Raditya Dika, Koala Kumal adalah buku komedi tentang pengalaman pribadi Radit.

“Seluruhnya dari kisah nyata,” kata Radit dalam blognya.

Kenapa judulnya Koala Kumal? Radit bercerita, beberapa tahun yang lalu dia menemukan foto seekor koala di sebuah situs online. “Ini adalah koala yang ada di New South Wales, Australia, yang pulang kembali ke rumahnya (hutan) setelah rumahnya ditebangi.”

Ketika pulang, koala itu kaget menemukan rumahnya menjadi tidak sama lagi. Dia tahu itu adalah rumahnya, tapi sekarang terasa asing untuk dia. Di dalam blognya Radit bercerita, buku Koala ini berkisah tentang tempat nyaman yang kita tinggalkan, lalu ketika kembali lagi kita merasa tempat tersebut telah berbeda.

“Ada soal ketemu mantan, tapi kok dia sekarang jadi orang yang berbeda. Ada tentang patah hati yang terhebat yang  membua kita sendiri jadi enggak sama lagi,” ucap Radit menulis dalam blog pribadinya.

Selingkuh

Adalah karya pengarang international kenamaan Paulo Coelho. Ini merupakan buku keenambelas penulis Brasil tersebut. Aslinya, buku ini ditulis dalam bahasa ibu Coelho, Portugis. Edisi Portugis rilis pada 10 April 2014. Buku Selingkuh bercerita tentang Linda, perempuan di usia awal 30-an yang mempertanyakan hidupnya.

Di mata semua orang kehidupan Linda telah sempurna. Pernikahan stabil dan solid, suami penyayang, anak-anak manis dan berkelakuan sopan, serta pekerjaan sebagai jurnalis yang tak pernah dia pertanyakan.

Namun, semua berubah saat dia bertemu mantan pacar dari masa remajanya. Jacob, lelaki yang telah menjadi politikus sukses. Selama mewawancarai Jacob, ada perasaan yang bangkit dalam diri Linda, perasaan yang sejak lama menghilang, gairah.

Dilansir dari laman Gramedia Pustaka berikut sepenggal kisah dalam novel Selingkuh.

“Linda tahu dia perempuan yang beruntung. Tapi setiap pagi, begitu membuka mata menyambut hari baru, dia merasa ingin tidur lagi. Teman-temannya menyarankan dia minum obat saja. Tetapi Linda ingin menajamkan rasa, bukan menumpulkannya.”

“Maka dia pun terjun ke dalam suatu petualangan nekat dan tak terduga yang membangungkan dirinya yang dulu, yang dikiranya telah hilang sejak dia menjadi istri baik-baik, ibu yang penuh cinta, dan jurnalis yang ambisius.”

“Dia sungguh tak bisa menebak apa yang akan terjadi berikutnya. Kadang-kadang kau harus kehilangan dirimu dulu untuk bisa menemukan dirimu yang sejati.” (Juft/Dtk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...