19 August 2019

Komunitas Kampoeng Jerami Meluncurkan Buku Titik Temu, "Untuk Memperingati Hari HAM Sedunia"

Konfrontasi-Lagi, Komunitas Kampoeng Jerami setelah sukses menerbitkan buku Hujan Kampoeng Jerami kembali meluncurkan buku kumpulan puisi yang lebih menarik dan lebih menawan sebagai kontribusinya kepada dunia sastra Indonesia. Bertepatan dengan 10 Des 2014 pada Hari HAM se-Dunia Komunitas meluncurkan buku kumpulan puisi yang berjudul “ Titik Temu. Dalam Kata Sambutannya Siti Noor Laila Komisioner Komnas Ham menyatakan memberikan apresiasi yang setingi-tingginya untuk Komunitas Kampoeng Jerami yang telah menerbitkan Buku Titik temu yang bisa menjadi media kampanye tersendiri melalui dunia sastra. Menurut beliau. Di Indonesia masih banyak pelanggaran Ham. Ujarnya.

 
Uniknya, dalam buku kumpulan puisi ini, Komunitas Kampoeng Jerami mengajak sekitaran 60 penulis yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, di samping itu juga Komunitas Kampoeng Jerami mendapatkan kepercayaan para penyair Nasional, seperti Korrie Layun Rampan, Acep Zam Zam Noor dan beberapa penulis ternama lainnya. “Meski memang semua terbuka dan dibuka untuk semua orang, maka keberagaman faktor, perbedaan usia, profesi, agama dan lamanya proses tidak menjadi perbedaan pada buku ini sebab semua menjadi lebur pada satu titik dan bertemu di titik kemanusiaan.” Ujar Fendi Kachonk selaku penggagas dan pengasuh Komunitas Kampoeng Jerami.

Selama ini, Komunitas Kampoeng Jerami memang eksis melakukan proses belajar bersama dimulai dari titik dunia maya sampai nyata dengan melaksanakan agenda, bedah karya, penerbitan buku serta pengenalan sastra dan diskusi-diskusi kelompok demi mengembangkan minat menulis dan berkarya baik di anggotanya juga di pesantren-pesantren serta di sekolah-sekolah menengah lainnya. Sebagai sebuah wadah menulis dan belajar bersama Komunitas Kampoeng Jerami pelan-pelan menuju tahapan yang lebik baik dari bulan ke bulan. Yang awalnya hanya pada tingkatan diskusi. Kini, Komunitas Kampoeng Jerami juga telah ternotariskan sehingga mampu menjadi jembatan bagi anggota dan bagi umum dalam menerbitkan buku-bukunya.

Dengan formasi Relawan yang membantu mengembangkan laju roda Komunitas Kampoeng Jerami memiliki warna tersendiri, Yuli Nugrahani menjadi pemicu semangat dan menjadi Editor dalam beberapa buku Komunitas Kampoeng Jerami. Sedangkan Umirah Ramata menjalankan fungsi Adminitrasi dan pengumpulan naskah dibantu oleh Cici Mulya Sari yang juga selama ini menggawangi proses jatuh bangunnya sampai berkembangnya Komunitas Kampoeng Jerami.

Dan, momentum Hari Ham se-Dunia bertepatan pada tanggal 10 Desember 2014 adalah masa-masa emas bagi Komunitas Kampoeng Jerami semakin mapan dalam dunia kepenulisan dan penerbitan Indie. “Kami dengan kawan-kawan semuanya yang terlibat mulai dari awal, yang mendukung untuk lahirnya buku “Titik Temu” ini akan terusberupaya untuk lebih baik lagi ke depannya, semakin gigih dalam segala keterbatasan. Meski, dari proses inilah kami memahami bahwa dalam keterbatasan, dalam semangat kebersamaan. Kami mengucapkan selamat membaca dan menuai hikmah serta pelajaran dari semua proses dan inti sari dari apa yang dituliskan para kontributor semua sebagai sebuah penghormatan pada semua perbedaan yang ada pada diri setiap manusia.” Ujar Fendi Kachonk.

Disamping telah diluncurkannya buku Titik Temu di dunia maya menurut Fendi Kachonk juga akan dilanjutkan dengan peluncuran buku di Sumenep yang Insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2014 sebagai agenda tutup tahun dan evaluasi akhir tahun di kabupaten Sumenep serta kemungkinan untuk diluncurkan di berapa daerah yang sudah terbangun komunikasi dengan Komunitas Kampoeng Jerami serta lomba baca puisi yang juga akan menjadi warna dan cara untuk melekatkan dalam ingatan guna mencintai sesama dan semuanya. (WS/Kf)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...