26 January 2020

KENANGAN ATAS AGUS EDY SANTOSO

Juftazani

 

Terdengar tingkap rumah tua ditampar angin dan hujan turun semalaman
Di Balekambang Kramat jati
Di bawah gerimis hujan yang tiada henti
Seseorang bertanya saat tenda ditegakkan di depan sebuah rumah sepi:
“ Siapa yang meninggal?”
“Mas Agus”, jawab seorang yang mengurus berdirinya tenda malam itu
“O, Faham!” Ujar orang yang bertanya.
Lalu ia menjenguk ke dalam rumah
Ditatapnya wajah seorang aktifis yang telah kenyang melintasi
Titian danau dan sungai tempat orang-orang tertindas dan miskin
Merasai hidupnya
Lalu tingkap yang terempas angin pun diam
Dan mengikuti dendang kesedihan keluarga yang sedang ditimpa musibah kehilangan?

 

Jakarta tengah berduka atas hilangnya seorang yang peduli pada orang-orang pinggiran
Dan tersingkirkan
Di tengah zaman yang terus bergolak, para pemimpin dan pejabat
Tega menginjak-injak harga dan harkat diri rakyat
Terdengar dari rumah-rumah reot, compang-camping dan tua
Orang-orang miskin dininabobokan dangdut dan telenovela
Dan Agus Edy Santoso membangkitkan mereka dari lumpur ketertindasan dan kemelaratan
Ada doa tak terucap dari dada rakyat yang pernah tersentuh tangan lembutmu
Tidurlah dalam istirahat panjangmu
Kelak kau akan bangun bersama rakyat yang sulit bangkit
Dari keterpurukannya di tengah badai politik, ekonomi Indonesia dan dunia
Dihantam resesi bertubi-tubi

 

Selamat jalan mas Agus Edy Santoso
Di saat jasadmu ditanam dengan indahnya di pusara yang kini jadi taman
Ada yang berdoa untukmu dari pura yang sunyi di Bali:
“Om Hyang Widhi semoga atmanya mendapat tempat di surga, semoga semua atma suci mendapat tempat di surga, sembah hamba hanyalah kepada Hyang Widhi dan hormat hamba kepada smua atma suci.”


Dan di Gereja pun bergema doa yang menyeru namamu, Agus Edy Santoso: “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah

 

Dan di masjid pun tak pernah henti menyebut dan mendoakanmu
Untuk kepulangan hari terakhirmu:
“Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.
Ya Tuhanku, dia (Agus Edy Santoso) telah terbaring dengan damai
Di sisiMu

 

Tangerang, 11 Januari 2020

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...