24 February 2019

KEMARAHAN SEORANG NEGARAWAN - Puisi Terkini

Juftazani

 

Bila negeri sudah diambang kerusakan
Tanah dan air serta udara digadaikan
Muntah berhamburan bagai comberan dari mulut-mulut pejabat dan aparat
Bukan dengan bicara ia berkata

 

Ini bukan pekerjaan seorang politikus, wedana, jaksa adipati atau presiden simulakrum
Yang mengandalkan “sim salabim, atau abrakadabra”
Ia mengadakan perhitungan penuh cermat
Pehitungan rasional, irrasional atau supra-rasional
Dia akan keluar dengan tangan dan kaki penuh keadilan
Toko dan kounter perdagangan jungkir-balik
Dan taoke-taoke rakus yang penuh senyuman
Tunggang-langgang lari terbirit-birit
Melarikan modalnya, melarikan perut buncitnya, melarikan seluruh harta
Kekayaannya ke negeri penuh antah-berantah yang dikelilingi singa dan naga

 

Sang negarawan mengaum membangunkan seluruh penghuni rimba
Catat, getaran jejak laparku dan jarum penunjuk seismik gempa yang makin membara
Rumah-rumah runtuh, gedung 999 tingkat hancur berantakan
Sujud ke bumi melawan segala titah sang pengusaha yang mengangkangi modalnya
Dengar, kuda yang meringkik pedih di jalan terluka
Mengusung keranda kematian
Mereka yang dulu datang merantau hanya bermodal selembar ‘kolor”
Mengaku Paling Pancasila di sebuah negeri 
Benak-benak berwarna abu melompat dari dalam kepala 
Hancur berserakan terbakar dan bersimulakrum dengan gaya ‘kongkalikong’ politik uang
Disorongkan ke mulut menganga para pejabat

 

Awas, ada harimau hilir mudik
Bulunya bewarna coklat kekuning-kuningan dan sempat mengaum
Mengobrak-abrik kota Jakarta 44 tahun silam
Ia adalah negarawan tanpa kekuasaan 
Ia singa yang ditakuti kawan dan lawan
Seluruh pemimpin dunia pasti mengenalnya
Mulai dari Trump sampai Lee Kuan Yew, Ariel Sharon sampai Menteri Tanaka
Awas, ia bukan ahli strategi perang
Jika muncrat KEMARAHAN SEORANG NEGARAWAN
Pemimpin hipokrit dan munafik 
Langsung jatuh dengan tubuh panas dingin
Menunggu titah dari langit yang mulai terbuka
Doa-doa yang berhamburan 
Menyambar bagai kilat yang melontarkan petir-maut
Bermuatan “KEMATIAN” 
Hati-hati penguasa yang petantang-petenteng di atas palka negara 
Yang dikibuli otak-otak dungu penguasa dan pengusaha

 

Hariman, 
selamatkan jiwa generasi muda yang akan menyambut tongkat
Estafeta generasi penerus 
Penuh wibawa, berjiwa sederhana, tegas lagi jujur 
Menjalankan amanat rakyat, bangsa, agama dan negara

 

Jakarta, 01 Februari 2019

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...