21 September 2019

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN (5

Juftazani

                                  

Dalam gelap gulita iman di dada

Di saat Hariman dengan penuh keyakinan

Menggoyang sendi-sendi rumah Indonesia

Geger politik menggoncang bumi

Letusan Krakatau meruntuhkan oligarki tiga kaki

Indonesia kini dpenuhi bandit-bandit politik

Yang membuat kekacauan sistem negara  

Dan epidemi kerusakan moral

Jauhi gudang-gudang kekayaan rakyat

Mengerat Freeport tanpa menyisakan apapun untuk rakyat

Dan membiarkan mereka terus tertindas

Lapar dan melarat
 


 

Lirik-lirik kehidupan yang sangat sederhana  yang ditulis mentari :

“Aku Hariman datang berselempang semangat Cik Ditiro

Menggoncang sendi-sendi kekuasaanmu

Yang kau jaga dengan penuh kepungan tentara bersenjata

Aku tak peduli

Sang ratu piningit jadi-jadian dan menyumpah dirinya sendiri

Sebagai Ratu Adil palsu

Orde Baru bermula dari kawah gerakan mahasiswa

Masa peralihan 66-67 bukan hasil pekerjaan Soeharto dan militer

Juga peralihan 1997 – 1998 bukan hasil jerih payah habibi, gusdur, megawati, susilo dan jokowi

Mengapa mahasiswa yang dikebiri

Letusan pemberontakan membakar jalan-jalan di kota Jakarta

Dengan suara menggelegar bandit-bandit politik yang berpangkat jenderal bermental kopral

Meneriakkan:

Tangkap Hariman!

Tangkap Hariman!

 

 

Sejarah selalu berbalik sungsang

Pelaku sejarah menjadi tawanan rezim yang miskin wawasan sejarah

Bandit-bandit tampil sebagai pahlawan

Seribu bunga gugur, katanya hasil pengorbanan besar tokoh-tokoh misterius

Yang memanggang Jakarta

Dengan jaket api membara

Sekaligus  menggelorakan semangat 45

Itu semua hanya trik menguasai suatu Negara

Rakyat dibohong-bohongin melulu

Empat tahun menjabat, rakyat jadi Ibu pertiwi yang selalu bersedih hati

 

 

Tangerang, 14 Februari 2019

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...