21 February 2019

KEMARAHAN SEORANG HARIMAN (1)

Juftazani

 

 

Di era paska reformasi

Hariman bangkit kembali

Cericit burung hutan-hutan bukit barisan

Menggema protes massal di awal 1970-an

Jangan pancing Hariman terjun payung

Dari parasut yang terkembang sejak 15 Januari 74

Pemerintahan Suharto yang digerogoti tikus-tikus rumah

Tikus-tikus comberan mulai berdatangan dari Eropa, Amerika dan

Jepang

Tikus rumah pengecut dan kotor menggerogoti minyak rakyat Pertamina

Ibnu Sutowo jadi aktor hewan bermulut runcing dan berekor panjang

Bertabiat pengerat, pemakan segala mangsa,

rakus dan jahat dengan kemakmuran rakyat

Tikus rumah menyerbu dan menggila di gudang Bulog

Aktor tikus rumah yang kelaparan itu berinisial Ahmad Tirtosudiro

Mencuri beras rakyat di seluruh sawah dan rumah-rumah

Jangan bikin Hariman marah

Ingat, di zaman Soeharto 80 persen investasi pembangunan

Dikeruk dari hutang US$ 2,73 miliar

Hariman mengaum: jangan digerogoti !

Mengapa kalian jengah?

Hasil gambar untuk Hariman Siregar dan Peristiwa Malari

 

Di era paska reformasi, semangat Malari menggeliat kembali

Hariman turun dari tanah-tanah bukit barisan

Yang berbaris-baris dan pohon-pohon berebut puncaknya

Di gunung Tua dan hutan Batang Toru

Di sini Macan Hariman dilahirkan

Dikelilingi Natal, Batang Angkola  dan Madina

 

 

Jangan pancing Hariman mengaum lagi

Gemuruh auman di  zaman Soeharto mungkinkah meletus di zaman Jokowi?

Hutang-hutang Negara  seperti tanjakan-tanjakan gunung Sitoli

Berundak-undak makin meninggi

Leher rakyat sangat tercekik

Banyak mati kelaparan di   Kwoor, Tambrauw, Papua

Apakah penguasa mengulangi kerja rodi Jenderal Geledek Daendels

Dari setiap langkahnya menerbitkan percikan api

Kekuasaan, jabatan sementara

Kelak banjir air bah rakyat akan menghempaskan  

Penguasa yang petantang-petenteng sok kuasa

Menjerat leher rakyat yang tak kuasa meronta

 

 

Awas! Hariman  turun gelanggang

Siapkan tentara dan jenderal yang saling berebut pengaruh

Tega mencakar untuk memperlihatkan muka di depan pemimpin hipokrit

Memperebutkan secuil kekuasaan yang tiba-tiba lenyap

Hanya sekejap!

Penguasa tertimbun dalam senyap hutang-hutang yang makin mengikat

Awas, Negara dalam bahaya !

Rakyat dan segala harta miliknya – jangan kalian gadaikan!

 

 

Tangerang, 10 Februari 2019

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...