21 August 2019

Kampung Azan: Puisi Chavchay Syaifullah

di kaki gunung yang bisu ini

aku mendengar azan

burung-burung kecil bercericit

air sungai membentur batu-batu

 

di kaki gunung yang sunyi ini

azan menggema bertalu-talu

angin mencium gerimis

kabut memeluk daun-daun

 

sementara di puncak gunung

harusnya aku membaca buku harian

tapi huruf-huruf malah terbakar nafsu

di puncak gunung

aku malah berlari kencang ke ujung dunia

aku lupa pada kesejatian

 

ya Allah

tubuh ini makin gigil

di alam gelap yang bersujud

pada waktu yang terus merebah

aku lelah

aku tak sanggup membaca buku harianku

langkah-langkah hari

berlari ke muka

berlari pasti

dan aku tak pernah kembali

 

dari kaki gunung ke puncak gunung

dari pangkal azan ke ujung azan

harusnya aku kembali mengeja kehidupan

sebab dunia semakin cantik tapi asing dan kosong

harusnya aku wukuf bersama batu -batu

zikir bersama daun -daun

 

ya Allah

jadikan hati ini kampung azan

tempat kembalinya panggilan cintaMu

jadikan jantung ini kampung azan

tempat berdetaknya kerinduan wujudMu

 

di kaki gunung ini

aku melihat puncak gunung

dari kaki gunung ke puncak gunung

aku belum melihat diriku

 

ya Allah

kembalikan aku pada asal diriku

agar aku bisa melihat wujudMu

 

di kaki gunung ini

aku melihat malam pergi menuju pagi

azan subuh terdengar di antara air sungai

mengalir menuju matahari

 

di kaki gunung ini pula

aku mendengar azan maghrib

ketika dunia asyik berdandan menuju kegelapan

 

ya Allah

aku sudah lelah

peluklah aku sekarang juga

 

Banten, 2018

________________ 

Puisi ini dibacakan pada acara “Panggung Azan: Khusyu’ Negeriku” di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, 16 Oktober 2018. Acara ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren La Tansa bekerjasama dengan Walicare dan Dewan Kesenian Banten dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2018

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...