16 December 2017

Honda Bantu Peralatan Praktik Mahasiswa ITB

KONFRONTASI -  Honda Prospect Motor (HPM) menyerahkan bantuan satu unit sistem peraga dan beberapa unit body parts kepada Institut Teknologi Bandung (ITB). Bantuan diserahkan langsung oleh Presiden Direktur HPM, Takehiro Watanabe dan diterima Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Prof. Zaenal Abidin di laboratorium mesin ITB, Rabu 22 November 2017.

Komisaris HPM Ibu Benowati Abas mengatakan, selama ini Honda selalu komitmen terhadap dunia pendidikan. Selain membuka kesempatan magang kepada pelajar SMK dan mahasiswa, juga mempermudah program praktik dengan memberikan bantuan peralatan dan sistem operasi mobil.

Benowati mengharapkan, dengan bantuan dari Honda, mahasiswa jadi lebih memahami proses sistem operasi mobil. Tidak melulu menerima teori, tapi bisa langsung praktik sampai mendetail, sebelum memasuki dunia kerja.

"Artinya juga, Honda turut menyiapkan kualitas SDM bagi para calon tenaga kerja di bidang otomotif. Honda terus mengenalkan kecanggihkan mesin-mesin mobil yang terbaru. Dengan demikian, mahasiswa dan pelajar pun bisa mengikuti perkembangan di dunia otomotif," tutur Benowati.

 

Sementara itu, Prof. Zaenal Abidin mengungkapkan, dalam perkembangan industri otomotif, harus diakui peralatan praktik yang dimiliki ITB masih minim. Dengan adanya bantuan dari Honda, tentunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melakukan praktik.

"Terus terang untuk pengadaan alat praktik, dana yang dimiliki ITB sangat minim. Bahkan untuk mengatasi hal tersebut, ITB seringkali menerima bantuan dari para alumni. Perhatian dari dunia industri, seperti Honda sangat diharapkan sekali," ucap Zaenal.

Menurut Zaenal, kerja sama ITB dengan dunia industri perlu diperkuat lagi. Seperti program magang, yang semula cuma satu bulan, kini waktunya ditambah bisa empat hingga enam bulan. Program magang dianggap penting karena bisa mengenalkan dunia kerja seutuhnya terhadap mahasiswa.

"Kalau mahasiswa menjalankan program magang cuma satu bulan, seringkali kesulitan membagi waktu di perusahaan dan membuat laporan. Satu bulan di perusahaan dianggap terlalu singkat, mahasiswa bakal tidak merasakan suasana kerja sesungguhnya. Dengan adanya penambahan hingga empat bulan, mereka jadi terbiasa dengan dunia kerja, dan leluasa saat membuat laporan," tambah Zaenal.

Sedagkan Direktur Honda Bandung Center, Iwan Tjandradinata mengatakan, selama ini sudah ada beberapa sekolah yang menerima bantuan dari Honda. Bantuan terakhir yang diberikan berupa satu unit Honda Brio berikut peralatan praktik lainnya untuk SMK Negeri Kuningan.

"Kita akan tingkatkan terus kerja sama dengan dunia pendidikan. Di satu sisi kita bantu kurikulum pendidikan, di sisi lain, Honda pun berharap mendapatkan calon-calon tenaga kerja yang berkualitas," pungkasnya.(Jft/PR)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...