12 November 2019

Hantu Sosial

Hantu tiba-tiba datang membujuk-rayu rakyat

Dengan kata-kata nikmat

Ia minta persetujuan untuk naik takhta atas nama demokrasi

Saat berhasil menduduki kursi  

Begitu saja ia mengakhiri semua kontak dengan rakyat

tanpa penjelasan

tanpa pertanggungjawaban

Rakyat  menagih janji-janji saat ia masih rakyat

dibiarkan begitu saja tanpa pernah menemui mereka

yang bergerombol di depan istana

sampai seorang pengawal istana berkata kepada rakyat:

“Ih, ini bukan istana

Ini rumah hantu!”

Demikian disebutkan rumah hantu

Rakyat kabur dan semua cerita tentang hantu sosial menjadi berita

Rakyat yang tadi mengkonsumsi nasi dan lauk pauk

Kini terpaksa mencium lem

Karena tak ada lagi yang dapat dimakan

Kecuali mencium lem agar perut terasa kenyang

Dan lupa akan lapar yang terus mereka rasakan

Perihnya

 

 

 

Jakarta, 21 Oktober 2019

 

------------------------------

------------------------------

Juftazani, lahir di Pekanbaru, 11-11-1960. Menulis puisi sejak duduk di bangku PGA Negeri Pekanbaru 1974  - 1980. Lantas meneruskan tradisi kepenulisannya selama kuliah di Fak.Adab  (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dari tahun 1981-1988. Tulisannya banyak dimuat berbagai media pusat dan daerah seperti PR,Bandung, Bandung Pos, Masa Kini Yogya, Berita Nasional Yogya, Haluan Padang, Padang, Riau Pos Pekanbaru, Republika,  Berita Buana, Media Indonesia – Jakarta dll. Berasal dari kedua orang tua penganut Tharekat Naqsyabandiah. Ketika ia tinggal di Yogyakarta, ia tertarik memasuki Tarekat Idrisiyah di Tasikmalaya dan diteruskan di Jakarta dari tahun 1988 sampai sekarang. Selama 25 tahun menjadi guru honorer Bahasa Inggris dari SD, SMP sampai SMEA Muhammadiyah di Ciputat, Tangerang Selatan.Ia kemjudian mengundurkan diri (berhenti) menjadi guru. Pernah menjadi ketua Lingkaran sastra Nukleus, UIN Syahid Jakarta 2003-2005. Lama menjadi  peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Univ.Paramadina Jakarta.Ia juga pernah menjadi editor di Penerbit Nuansa Cendekia Bandung. Setelah selesai bekerja sebagai editor, bekerja di harian RimaNews, Jakarta. Terakhir bekerja sebagai reporter di harian Konfrontasi, Jakarta. Telah menulis sebuah novel « De Atjeh Oorlog », kisah Perang Aceh yang mendebarkan.

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...