17 November 2019

Gong Xi Facai

KONFRONTASI - Bagi orang Cina, Imlek menjadi penanda penting. Ini adalah sebuah awal di luar kalender masehi yang lazim digunakan di seluruh dunia, tidak terkecuali di Cina atau di Arab.

Di tanahnya, tradisi ini mengikuti musim semi. Menyambut hari-hari yang lebih hangat. Kue bakul, angpao, lampion dan barongsai.

Dalam sejumlah literatur disebutkan bahwa perayaan tahun baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda-beda. Di antara 21 Januari sampai 20 Februari. Ini merupakan titik balik mentari musim dingin.

Di Cina, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek beragam. Acaranya meliputi sembahyang Tahun Baru Imlek dan perayaan Cap Go Meh.

Tujuan dari persembahyangan ini adalah sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga. Budaya lain yang tak ketinggalan adalah angpao.

Sebelum menerima angpau--lazim diberikan oleh orang yang lebih tua kepada anak-anak--penerima harus mengucapkan selamat tahun baru. Cirinya pun khas, tangan kanan terkepal menyentuh telapak tangan kiri.

Di Aceh, meski dikenal sebagai daerah bersyariat Islam, mereka yang merayakan Imlek dapat menikmati semua itu. Berkunjung dan berbagi keceriaan dengan mereka yang merayakan. Atau tetap duduk di pojok warung kopi, seperti hari lain, sambil mendiskusikan politik yang semakin mengerutkan kening.

Apapun yang terjadi, hidup harus jalan terus. Banyak kesempatan dan kemungkinan di Tahun Anjing Tanah. Gong xi facai; selamat berbahagia dan kaya raya. (ajnn/ar).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...