22 April 2019

Getir Bohemian Rhapsody, Galileo: Freddie Mercury, Memperkenalkan 'Bismillah' ke Dunia Barat

Melalui lagu ini Freddie lebih memperkenalkan kata bismillah pada peradaban barat.

 

Oleh: Muhammad Subarkah

 

‘’Mama just killed a man!’’ Suara melengking ini menjadi lirik pembuka lagu 'Bohemian Rhapsody' Farrokh Bulshara yang abadi. Di kancah internasional lagu ini milik band rock kugiran Inggris, Queen.

Penulis lagunya adalah si Farrookh Bulsara yang memilih kemudian mengganti nama menjadi Freddie Mercury pada tahu 1975. Lagu ini membawa sebuah era dalam musik yakni era art rock atau musik progresif. Lagu ada di album grup tersebut, yakni  pada album keempat mereka: A Night at the Opera.

Bagi banyak orang, apalagi bagi anda yang bisa main piano lagu ini sangat menantang. Penuh liku dan tikungan nada yang aneh. Layaknya sirkuit lagu ini merayapi nada dengan kontur jalan dan kelokan membara dalam durasi cukup panjang bagi sebuah lagu pop. (Dalam komposisi lagu ini berdurasi mencapai lebih dari enam menit.)

Freddie Mercury dan Queen

Ya, lagu itu memang terasa tak umum karena lagu lain biasanya hanya setengahnya atau maksimal empat menit saja. Rekor durasi lagu ini  hanya kalah dengan lagu yang juga tak kalah indah dari legenda grup rock Inggris yang lain, Led Zepelin dengan lagu ’Stairway to heaven’. Lagu yang ditulis gitaris Jimmy Page Jimmy Page dan dinyanyikan Robert Plant itu mampu mencapai lebih dari 8 menit.

Tonton video ini: https://www.youtube.com/watch?v=9nC07IWZEGw---

(Video ini atas ini menceritakan Ibu Freddie Mercury, Jer Bulsara dan saudara perempuannya, Kash Cooke, diwawancarai di The One Show oleh Chris Evans dan Alex Jones, untuk menandai Ulang Tahun ke-65 Freddie. Mereka dibawa kembali ke rumah tempat mereka tinggal ketika mereka pertama kali datang ke Inggris, dan berbicara tentang kehidupan Freddie pada masa itu. Roger Taylor juga muncul dalam klip pendek.)

Tapi khusus untuk lagu Freddie yang memiliki 'range' suara empat oktaf itu, memang ada yang unik. Lagu ini merombak tatanan. Lagu berlirik sederhana ala The Beatles atau membahana ala hard rock 'The Purple', melalui lagu  Bohemian Rhapsody itu tiba-tiba seakan kalah pamor. Lagu pop beraliran rock tak lagi harus berjurus kacangan ala tiga jurus, asal kencang, dan mempunyai nada tak lurus memainkan berkelok-kelok bertaburan suara tinggi hingga falseto.

Dan, sama dengan Jmmy Hendrik, lagu tersebut juga sudah ada dalam benak Freddy dalam waktu lama. Nadanya sudah ada dalam benaknya ke mana pun dia pergi.

Yang lebih unik, lagu Bohemian Rhapsody menabrak aturan yang seakan ini telah baku semenjak era musik klasik Ludwig van Beethoven atau Joseph Sebastian Bach. Bila mereka mengenal bila lagu tak boleh selera pasaran atau gado-gado. Freddie dengan Queen pada lagu ini tak mentaatinya. Lagu ini dibuat sengaja tapa chorus. Di awali dengan  intro nada pendek, di sana ada segmen musik balada ala kaum Gypsi, hingga potongan musik opera, raungan gitar serta hentakan ala musik rock, dan dikahiri dengan potongan coda reflektif, dan tidak diakhiri dengan fade out, tapi lagu dihabisi dengan henkakan suara dentumen gong Cina.

Mengutip situs wikipedia, lagu Bohemian Rhapsody,konon dilaporkan sebagai singel  yang biaya produksinya paling mahal yang pernah dibuat pada saat peluncurannya. Meskipun begitu tidak ada yang dapat menyebut berapa biaya yang tepat dari produksi lagu ini.

Nah, dalam film berjudul sama dengan lagu itu, Bohemian Rhapsody, kisah lagu itu dibuat sekaligus kisah pahit getir hidup pembuatnya yakni Freddie Mercury, bisa disaksikan. Film ini menghiasai beberapa layar bioskop ibu kota papan atas pada pekan ini. Kenapa papan atas? Ya karena di bioskop untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, film ini hanya bertahan dua hari saja. Kata sesorang penjaga Twenty One di bilangan Blok M, film ini pada Sabtu malam lalu sudah diturunkan.’’Hanya dua hari saja mas. Sudah turun layar,’’ katanya.

Tapi memang takdir asal film itu tampaknya akan seperti nasib lagu itu pada awalnya:  tak disukai pada masa ketika baru direkam, atau disukai bagi orang yang tahu saja. Sama dengan filmnya, lagu Bohemian Rhapsody pun membingungkan. Produsernya tak suka pada lagu ini karena liriknya penuh penggalan frase tak jelas. Lagu ini juga dianggap 'ngaco' karena durasinya tak umum karena anak muda  waktu itu dianggap tak tahan mendengarkan lagu yang lebih dari tiga menit ketika mengendari mobil.

‘’Lagi pula apa itu liriknya. Ada kata Galileo, Syakaramuz, ismillah (Freddie Mercury membetulkan ucapan itu dengan menyebut 'Bismillah', dengan nama Allah), dan lainnya. Liriknya penuh potongan kalimat tak jelas. Durasi lagunya kepanjangan dan stasiuan tak mau putar lagu yang lebih dari tiga menit. (Stasiun radio Inggris) BBC juga pasti gak mau putar,’’ kata sang manajer ketika membahas lagu itu.

 

Tapi Freddy (di barat akrab dipanggil dengan menyebut nama belajang: Mercury) dan para anggota bandnya keras kepala. Di kisahkan mereka menolak dan memilih tak membuat album lagi pada sang manajer. Layaknya anak muda yang percaya diri, maka dia menolak mentah-mentah segala saran sang manajer. Freddie dkk memilih ke luar ruangan dan meninggalkan manajer dengan stafnya berapat sendirian.

 

Tak cukup dengan memilih ke luar, Freddie malah kemudian melempar kaca studio hingga pecah. Freddie mengolok manajer itu, silahkan ganti kaca jendela yang pecah dengan mengambil sebagian uang dari royaltinya pada album Queen terdahulu.

 

Maka kala itu lagu itu lagu hanya dibiarkan sebagai master rekaman saja. Tapi akhirnya pada suatu kesempatan wawancara dengan Queen lagu itu untuk pertama kali diputar. Dan sebenarnya lagu itu juga bukan menjadi bahasan utama lagu itu, karena Queen diwawancara mengenai album terdahulu yang juga sudah terlanjur hits.

Tonton video ini:   https://www.youtube.com/watch?v=fJ9rUzIMcZQ

Tapi anehnya, begitu lagu itu diputar, telinga publik terkesima. Mereka kebanjiran permintaan agar lagu itu dputar kembali. Tahu akan hal itu, maka produser kemudian terpaksa merilis singgle lagunya. Tanpa dinyana lagu "Bohemian Rhapsody" meraup sukses. Tak hanya disanjung dengan soal mutu lagu,  secara komersial lagu ini mampu, bertahan di puncak tangga lagu 'UK Singgle Chart'. Lagu ini pun bisa merajai tangga utama selama sembilan minggu.

 

Rekor penjualannya juga fantastis. Hingga akhir 1976 kala itu lagu sudah terjual 1 juta copi. Bahkan lima belas yahun kemudian, yakni pada tahun 1991 mencapai nomor satu lagi ketika lagu ini dirilis ulang dan menjadi lagu terlaris ketiga sepanjang masa di Inggris.

 

Uniknya, lagi lagu ini kembali ke masuk ke tangga lagu nomor dua pada tahun 1992 setelah Freddie Mercury meninggal dunia. Dan pada tahun 1991 film Wayne's World, yang mengembalikan popularitas lagu ini di Amerika Serikat.

Freddie Mercury dan Queen

Meskipun reaksi kritikus pada awalnya agak beragam, "Bohemian Rhapsody" tetap menjadi salah satu lagu paling populer Queen dan sering ditempatkan di daftar lagu modern terbaik sepanjang masa. Single ini disertai dengan sebuah video yang banyak ahli menganggapnya sebagai gebrakan. Majalah musiik dunia Rolling menyatakan: "pengaruhnya tidak dapat dilebih-lebihkan, secara praktis telah menciptakan video musik tujuh tahun sebelum MTV mengudara.

 

Tak hanya itu sensasi berikutnya, pada tahun 2004, "Bohemian Rhapsody" masuk ke dalam Grammy Hall of Fame. Pada tahun 2012, lagu tersebut memuncaki daftar jajak pendapat nasional ITV di Inggris sebagai "Lagu Nomor Satu Favorit Bangsa" sepanjang lebih dari 60 tahun riwayat musik Inggris.

Lalu bagaimana dengan liriknya yang dikatakan penuh penggalan itu? Dahulu ketika berdebat dengan manajer Freddy sempat mengatakan tak mau menjelaskan apa maksud ada detilnya karena itu sebuah puisi. Dia kala itu menyinggung beberapa puisi pujangga Inggris Shakerspeare yang juga tak perlu banyak diterjemahkan. Katanya, biarlah tetap  begitu. Puisi juga begitu.

Kehidupan awal Fredie Mercury:   https://www.youtube.com/watch?v=H6z97Cr5ccI 

Video ini menceritakan: Dalam merayakan semua hal yang menjadi Ratu - pemutaran biopik Rhapsody Bohemian, album sampul saya “Thunderbolt & Lightning”, dan hanya lagu yang sangat bagus, saya memberikan kepada Anda penampilan sekali pakai, ya, “Bohemian Rhapsody.” (Teman , Saya bekerja sangat keras untuk mempelajari bagian tengah.)

Mendengar Freddy bicara begitu dan tak mau mengganti atau membuang liriknya, sang gitaris Queen ‘Brain May’ juga bersikap sama. Tak perlu dijelaskan maksudnya secara terbuka. "Itu frasa puisi,’’ujarnya.

Memang selain terdengar lengkingan suara menyebut Galileo dan Bismillah, lirik lagu karya Freddie Mercurie itu juga menyebut frase aneh.  Layaknya kata yang akrab dalam dunia sulap ‘abracadabra’, Freedie juga menuliskan lirik lagu dengan dengan menambahka  frase: Scaramouche, Scaramouche, will you do the fandango. Jadi dalam hal ini memang masuk akal bila prudusernya juga kebingungan.

Dalam hal detil ini ada tulisan yang amat menarik di situs BBC.Com mengenai riwayat kelahiran lagu Bohemian Rhapsody itu. Soal seluk beluk lagu ini ditulis seorang kritikus musik di Chicago Tribune, Greg Kot.

Freddie Mercury dan Queen

Menurutnya, Bohemian Rhapsody merupakan lanjutan dari Killer Queen, single yang menjadi lagu pertama band itu yang masuk dalam top 40 di Amerika Serikat. Lewat album yang dirilis pada paruh pertama tahun 1975 telah membuka jalan bagi Queen untuk melakukan konser tour besar-besaran.

Kesuksesan Killer Queen meningkatkan kewaspadaan baru terhadap apa yang akan menjadi album keempat Queen, A Night at the Opera. Dengan anggaran yang luar biasa besar untuk pengeluaran pertama mereka, kelompok band ini –bersama produser/pelaksana Roy Thomas Baker– seakan akan menjadi “gila”.

Saksikan lagu Musthafa di sini:  https://www.youtube.com/watch?v=5-zh0a6nDTo

(Diambil dari Jazz, 1978. - Selamat datang di saluran Queen resmi. Berlangganan hari ini untuk video Queen eksklusif, termasuk pertunjukan langsung, wawancara, video musik & banyak lagi lainnya.- Lihat yang terbaik dari Freddie Mercury, Brian May, Roger Taylor & John Deacon di sini di YouTube.)

Bahkan dengan standar Freddy Mercury dan kawan-kawan –yang menganggap sikap menahan diri dan tenang merupakan ciri membosankan yang khas dari band yang bukan Queen– perhatian yang dilimpahkan terhadap Bohemian Rhapsody sungguh luar biasa. Rekaman lagu ini dimulai pada 24 Agustus 1975, di sebuah studio di Wales.

Saksikan lagu Bohemian Rhapshody:   https://www.youtube.com/watch?v=QkCxE2Lh458

Tetapi penyanyi Freddy Mercury sebenarnya telah mengerjakan lagu itu selama bertahun-tahun, aslinya nada yang disebut The Cowboy Song ditempatkan di antara baris, “Mama, just killed a man”.

 

Pertama kali Baker mendengar lagu itu di apartemen Freddie Mercury dan menyadari lagu itu dirancang untuk melampaui semua yang pernah dicoba Queen sebelumnya. Di tengah-tengah penampilan solonya, Freddy Mercury mendadak berhenti dan berkata, “Di bagian inilah munculnya bagian opera itu.”

Freddy Mercury pun tergelak tertawa diikuti Baker yang ikut tergelak juga. Tetapi sang penyanyi Queen itu sesungguhnya dia tidak sedang berkelakar. Apalagi band ini biasanya menuliskan lagu-lagu secara sendiri-sendiri sebelum membawanya ke studio supaya disimak oleh anggota yang lainnya. Dan begitu pula adanya dengan komposisi awal lagu Bohemian Rhapsody.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, lensa kaca mata

Ibu Freddie Mercurie: Jer Bulshara

Kita hanya dapat membayangkan reaksi ketika Mercury menguraikan enam bagian opus itu, dengan penyanyinya berperan bak konduktor selain sebagai anggota band. Mau tak mau alat perekam ini yang ketiban sial. Ini karena alat perekam analog 24 trek tersebut yang harus mengolah karya sangat rumit itu. Tak hanya itu, ditambah makin berat dengan kecenderungan Freddy Mercury yang terus menambahkan layer vokal yang baru -boleh dikata setiap hari.  Maka tak heran kalau dibutuhkan waktu berbulan-bulan dan setengah lusin studio untuk menyatukannya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, bayi

Freddie Mercury di usia Balita

Rangkaian lagu itu dimulai dengan akapela, diikuti dengan segmen balada yang didominasi piano yang terdengar bak sebuah eulogy (“Goodbye, everybody, I've got to go...”), petikan gitar solo yang mengarah ke bagian vokal saling bersahutan dalam pemunculan suatu neo-opera, sebuah ledakan hard-rock (tanda head-banging pada Wayne's World), dan akhirnya sebuah penutup kontemplatif.

Bagian opera saja menghabiskan 180 trek vokal, sebagai efek dari paduan suara Mormon Tabernacle Choir yang ibaratnyadi bawah pengaruh steroid yang membuat pita analogyang digunakan merekam, semakin tipis saja karena Mercury terus menambahkan teriakan “Galileo!”

Tak hanya itu, Di dalam menulis lirik, Freddie Mercury memang juga melibatkan kalimat tentang komedi Italia (badut Scaramouche), tarian rakyat Spanyol (fandango), opera-opera karya Rossini dan Mozart (Figaro) dan tempat kelahirannya di Zanzibar (“Bismillah” - “Dengan nama Allah”).

Maka sang manjer menghardiknya bertubi-tubi:

'Apa kamu sudah sinting?'

Apa arti semua itu?

Namun, Mercury tidak pernah menjelaskan pada mereka yang mewawancarai, apalagi teman-teman bandnya. Dia lebih suka membiarkan para pendengar memutuskan sendiri makna dari lagu tersebut. (Lirik berbahasa Arab juga ada pada  lagu Queen dan Freeddie Mercury yang menyebut mustapha, ibrahim, dan asalmualaikum: lagu Mustapha Ibrahim).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri, anak dan luar ruangan

Freddie Mercury ABG

Dan reaksi terhadap perusahaan rekaman yang dimiliki band itu sendiri dapat disimpulkan dengan tiga kata: “Apakah kamu sudah sinting?”. Para eksekutif (priduser) pun sempat berusaha membuat Queen memotong lagu itu agar lebih mudah diterima di radio. Selain itu  agar memperoleh bentuk yang lebih siap untuk dimengerti oleh para pemrogram yang terbiasa dengan single sepanjang tiga menit. Tetapi band itu menolaknya mentah-mentah.

Dan untuk menambahkan gemerlap lagu itu, maka mereka membuat video klip lagu tersebut dengan sikap yang sama ambisiusnya. Bertahun-tahun sebelum MTV membuat video-video yang ditujukan untuk menjual lagu-lagu single, Queen dan sutradara Bruce Gowers sudah mendahuluinya. Mereka membuat karya suatu gabungan antara pertunjukan live dengan efek visual yang melengkapi sensasi getaran lagu itu. Lagu, video, kemegahan dan kemencolokan dari semuanya mengubah Queen menjadi bintang pertunjukan konser rock di sebuah stadion, yakni Wambley di London.

Setelah karya video itu, maka kemudian datanglah sosok bintang film seperti Mike Myers. Aktor itu belakangan mengaku bahwa dia harus berjuang untuk memasukkan Bohemian Rhapsody ke dalam adegan di dalam mobil yang kemudian jadi terkenal itu di Wayne's World: film itu sudah selesai syuting ketika Mercury meninggal.

Kala itu, sang sutradara Wayne's World, Penelope Spheeris, ingin menggunakan lagu yang lebih anyar dalam adegan tersebut, tetapi Myers –seperti halnya Queen waktu itu– berkeras, dan mengancam akan mundur jika dia tidak keinginannya itu tak dipenuhi. Benar saja, sikap keras kepala itu berbuah, dan perkataan Wayne pada teman-temannya di dalam mobil di film itu menjadi pertanda kembalinya sosok Queen:

Saksikan Lagu favorit lainnya, The Great Pretender:  https://www.youtube.com/watch?v=mLRjFWDGs1g

(Freddie Mercury adalah pria yang memiliki banyak talenta dan banyak sisi berbeda. Lagu-lagu yang ia tulis untuk dan dengan Ratu memenuhi stadion-stadion di seluruh dunia dan telah dengan benar turun dalam sejarah, tetapi ia juga memulai karier solo yang membawanya dari klub-klub di Munich dan New York ke gedung opera besar di dunia.
 
Dia adalah pemain sandiwara pamungkas, tetapi dia menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan media; seorang bintang rock lebih besar dari kehidupan yang mencintai disko, musik klasik dan balet. Dia adalah roh yang gelisah, bunglon sejati yang menyukai kontradiksi sendiri.
 
Semua sisi berbeda dari musisi ikonik ini dapat ditemukan di Freddie Mercury: Messenger Of The Gods - The Singles. Semua format dirilis 2 September 2016.
Freddie Mercury; vokalis Queen dan artis solo di kanannya sendiri. Penulis lagu, musisi, penyanyi lagu, pencinta kehidupan. Freddie mengambil jurusan Stardom sambil memberikan arti baru pada kata kecakapan memainkan pertunjukan. Dia meninggalkan warisan lagu-lagu yang tidak akan pernah kehilangan statusnya sebagai lagu klasik dan akan hidup selamanya.
Freddie Mercury - The Great Pretender (1987)

Video yang mengesankan ini, Disutradarai oleh David Mallet, disertai dengan single solo ketujuh Freddie Mercury. Ini adalah versi sampul yang awalnya direkam oleh The Platters pada 1960-an. Dua vokalis pendukung 'nyonya' tidak lain adalah teman baik Freddie, Peter Straker dan Tuan Roger Taylor, dari band bernama Queen. Single ini dirilis di Inggris pada 23 Februari 1987.)

“Saya pikir kita akan mulai dengan sedikit Bohemian Rhapsody, tuan-tuan.”

Atau, seperti yang sering dikatakan Mercury selama rekaman versi asli, “Saatnya untuk menambahkan beberapa Galileo lagi, sayang,” kata Penelope Spheeries.

Nah, dari sanalah dan pengalaman panjang Freddie Mercuri yang lahir di Zanzibar, pernah tinggal di India, dan kemudian tinggal di Inggris membuat lagu itu menjadi bermakna misteri yang abadi. Lagu itu seakan menjadi catatan panjang pahir getirnya penganut agama Zoroaster (Majusi) dan anak diplomat ini.

Dan di akhir hidupnya yang tragis karena mengidap AIDS ternyata Freddie Mercury masih meninggalkan kenangan yang luar biasa.  Uniknya, tak hanya meninggalkan harta yang berlimpah, yang dia wasiatkan untuk diberikan kepada ibu, saudara perempuan, dan seorang perempuan yang sempat menjadi mantan pacar semasa remaja, Freddie Mercury meninggalkan frase ‘Bismillah’ menjadi semakin dikenal di dunia barat. Di London pun misalnya kini kata itu sudah familiar atau sangat berubah jauh di kala dia masih hidup: Islam tak lagi hal asing di Inggris. Bahkan ada yang menyebut London (juga Manchester), dengan sebutan baru Londonistan (karena banyaknya umat Islam di sana).

Akhirnya, pada masa kini itu memang telah lahir melalui sosok copiannya, Ramle Malek, yang menjadi peran utama dalam film dan lagunya itu. Dia memang aktor yang lumayan karena mampu bergerak dengan mimik dan akting seperti Freddie Mercury. Tapi Mercury tetap Mercury dan Malek tetap Malek. Di mana pun maestro seniman memang tak tergantikan.

Maka di situlah Freddie Mercury meninggalkan ‘legacy’ luar biasa! Dan jejak itu terekam pada setiap lagu dan perjalan hidupnya. Dan dia pun telah membuktikan bahwa kalau tidak hati hati 'hidup hanyalah kepura-puraan besar' (The Great Pretender) 

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika (Jft/Republika)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...