10 December 2019

GERAKAN MALARI 1974 (1)

Oleh:

Juftazani

Masih terasa jejak-jejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
di tanah basah di kramat pela Jakarta Pusat
Gaung pemberontakan PKI 1965 masih juga mewarnai kehidupan mahasiswa
Demonstrasi-demonstrasi kecil di kampus-menyalakan anglo pemberontakan
Disirami bensin ceramah-ceramah pakar ekonomi dari UI
Gaung suara dari meja-meja kampus
Terus memuntahkan uneg-uneg jiwa yang meronta
Menggetarkan pandangan Soeharto
yang tertegun di depan Kakuei Tanaka

Wajahnya yang indah menggeram
Tak mampu menyurukkan muka yang merah padam
Gerakan Malari 1974 membakar kota Jakarta
Aku mengeja Gerakan Lima Belas Januari 1974
Lima tahun lewat setelah aku duduk di kelas empat
Kota Jakarta yang tadi teratur rapi, tenang
dalam genangan kekuasaan tentara
Heboh dan seperti baru pecah sebuah pertempuran
Salemba dan Matraman bagai bagian kota tak berwajah
Kini aku ingin membaca
Wajah-wajah China yang ingin dijungkalkan pemuda dan mahasiswa Indonesia
63 tahun kemudian hiruk pikuk china-china rakus yang ingin menggenggam Indonesia
Xi Jinping, apakah kau ingin terkapar bagai kubur-kubur rapuh
yang kehilangan ruh?
Lapangan Tiannanmen telah mengajari kalian
Untuk tunduk pada hati nurani dan kebenaran
Tapi kalian tampaknya ingin menabuh perang
dengan pemuda-pemuda Indonesia yang gagah perkasa

Di Tiannanmen kalian boleh saja berjaya
Melindas anak-anak muda dengan garangnya
Di Jakarta kau tak akan dapat menundukkan muka anak muda dan para mahasiswa
Ini negeri penuh teka-teki bagimu Xi Jinping
Melebihi Vietnam yang sangat ditakuti Amerika.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...