22 May 2018

Empat Mahasiswa Asing Darmajaya Dalami Seni Budaya Lampung

Konfrontasi - Sebanyak empat mahasiswa asing yang mengikuti pendidikan di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung belajar dan mendalami seni budaya Lampung, termasuk Tari Bedana, salah satu tarian daerah Lampung.

"Mempelajari tari tradisional Lampung Bedana merupakan pengalaman pertama saya. Meski awalnya cukup sulit, namun mempelajarinya secara rutin dalam satu bulan saya mulai lancar dan sangat menikmatinya. Tidak hanya mendalami pengetahuan akademik, Program KKN Internasional juga mengharuskan kami mempelajari budaya dan adat istiadat negara yang kami datangi," kata Nguyen Thi Ngoc Lan dari Duy Tan University Vietnam di Bandarlampung, Senin (9/11).

Sebanyak empat mahasiswa asing yang mengikuti Program KKN Internasional di IBI Darmajaya Lampung adalah Nguyen Thi Ngoc Lan dari Duy Tan University Vietnam, Chengchor Meng dari Mahasarakham University Thailand, Dalin Pen dari Chiangmai Rajabhat University Thailand, dan Sajidur Rahman dari Birla Institut of Technology and Science, Pilani, India.

Mereka mengikuti program khusus belajar di IBI Darmajaya. Selain melakukan studi sebagaimana mestinya, juga mendalami seni dan budaya daerah Lampung.

Menurut Nguyen Thi Ngoc Lan, banyak hal positif yang ia dapat dengan mengikuti Program KKN Internasional di Darmajaya.

"Kami dapat saling berbagi ilmu, berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara dan suku di Indonesia, sekaligus mengetahui kultur masyarakat Indonesia dan menambah wawasan kami juga tentang negara lainnya, seperti Thailand dan India," ujar dia.

Lenggak-lenggok tubuh dan lemah gemulai gerak tangan para penari asing yang menarikan Bedana hasil latihan mereka itu pun, dipentaskan di Kampus IBi Darmajaya, Jumat (6/11) siang, dan menyita perhatian ratusan pengunjung Festival Keberagaman Budaya yang digelar Kantor Urusan Hubungan Internasional IBI Darmajaya di lapangan futsal kampus setempat.

Tarian tradisional pemuda-pemudi provinsi Lampung itu, ditarikan dengan indah dan memukau oleh Nguyen Thi Ngoc Lan, Chengchor Meng, Dalin Pen, dan Sajidur Rahman. Keempatnya sukses "menyihir" suasana siang yang terik menjadi hiburan yang menggembirakan.

Tak hanya menyuguhkan hiburan Tari Bedana dari mahasiswa asing, untuk menambah wawasan tentang keragaman budaya lainnya yang tumbuh di Indonesia, turut pula tampil memukau pertunjukan Barongsai khas Tiongkok dari Suaka Insani.

Acara dimeriahkan juga dengan suguhan suara merdu mahasiswa Student Mobility periode ke-3 dari Universitas Teknikal Malaysia Melaka (UteM), Aaisyah Mardhiyyah dan Nur Iwana Syafi, serta mahasiswa Study Club KUHI Darmajaya.

Acara itu digelar untuk menyemarakkan suasana, dan penonton dimanjakan dengan aneka makanan khas dari negara peserta, di antaranya Fried Ginger dari Kamboja yang berbahan dasar ayam yang ditumis dengan irisan jahe, tumis kangkung yang dicampur udang, makanan khas Vietnam dengan nama Rau Muong Xao Tom, serta es campur dan puding khas Indonesia.

Kegiatan itu juga sekaligus membuka secara resmi China Corner sebagai Pusat Studi dan Kebudayaan Tiongkok di Kampus IBI Darmajaya bekerja sama dengan Kedutaan Tiongkok di Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Sumber Daya IBI Darmajaya, Muprihan Thaib mewakili Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi mengatakan Festival Keberagaman Budaya bertujuan menampilkan beragam kebudayaan yang dimiliki dunia.

Ia mengatakan saat ini masyarakat Indonesia telah menjadi bagian dari internasionalisasi.

"Diharapkan khususnya kepada mahasiswa dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk bisa menerima dengan terbuka atas perbedaan bahasa, kebudayaan, dan adat istiadat yang dimiliki oleh masing-masing negara di dunia," ujarnya.

Kepala Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) IBI Darmajaya Rahmalia Syahputri mengharapkan perbedaan antarnegara tidak lantas membuat masyarakat terpecah-belah ataupun takut untuk bisa saling mengenal.

"Bahkan hal tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk belajar, meningkatkan kepercayaan diri, dan kompetensi sehingga mereka mampu bersaing di tengah era globalisasi," katanya.

Ia mengatakan IBI Darmajaya memiliki beragam program internasional baik bidang akademik dan nonakademik yang dapat diikuti mahasiswa, di antaranya Student Mobility, Passage to ASEAN (P2A), "joint research", "international training", dan magang internasional.

Pada Sabtu (7/11), Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi dan rombongan telah bertolak ke Inggris untuk menandatangani MoU dengan UWE Bristol Inggris di bidang Joint Degree.

Selain itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memberangkatkan mahasiswa IBI Darmajaya untuk kuliah di Tiongkok dan mendapatkan beasiswa.

"Semoga program internasional ini dapat membuka wawasan, menambah ilmu dan menjadi pengalaman bagi mahasiswa, sehingga lulusan IBI Darmajaya nantinya diharapkan mampu bersaing di tingkat global," kata dia. (rol/ar)

Category: 
Loading...