5 December 2019

Doa dan Azab: Suatu Saat adalah Keniscayaan

[c] Ahmad Sastra 

Para Nabi dan Rosul adalah pembawa risalah 
Pesan kebenaran dari Tuhan 
Mereka dihadirkan selalu tepat waktu
Dimana manusia mencapai puncak jahiliyah  
Dimana kehidupan mencapi puncak kerusakan 
Mereka tidak pernah diam 

Berjuang jiwa dan raga untuk kebaikan 
Mengembalikan kehidupan ke jalan Allah 
Dari seluruh kebengkokan logika dan nafsu kuasa 
Hingga badan harus tersiksa
Hingga nyawa harus melayang 
Mereka tetap tegas dalam jalan perjuangan 
Seraya terus berdoa dalam setiap kesendiriannya 

Dibawah bayang-bayang kebengisan godaan iblis 
Hingga Nabi Adam sempat tergelincir 
Dengan tulus tobat lantas Nabi Adam berdoa 
Ya Tuhan kami, kami telah menzolimi diri kami sendiri
Jika Engkau tidak menganpuni kami
Dan memberikan rahmat kepada kami 
Niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi 

Dibawah tirani diktator Namruj dan kaum penyembah berhala
Nabi Ibrahim tidak menangis 
Dipanjatkan doa tulus kepada Allah 
Agar dirinya dijadikan orang yang selalu berserah diri kepada Allah
Agar anak cucu menjadi orang-orang beriman dan bertaqwa

Dengan tenang, Ibrahim berserah diri kepada Allah
Mulutnya yang lembut hanya berucap memuji Allah 
: tidak ada Tuhan melainkan Engkau 
Maha Suci Engkau Tuhan semesta alam 
Hanya milikMu segala pujian 
Hanya milikMu segala kerajaan 
Tidak ada sekutu bagiMu 
Hasbunallah wani’mal wakil 
Cukuplah Allah sebagai penolong

Di tengah badai ujian dan penentangan kaumnya 
Bahkan anak dan keluarganya 
Memaksa Nabi Nuh mengadukan kepada Allah 
Allahpun mengabulkan doa Nabi Nuh, lantas berfirman 
Wahai bumi, telanlah airmu 
Wahai langit [hujan] berhentilah 
Dan airpun disurutkan dan perintahpun diselesaikan
Dan kapal itupun berlabuh di atas gunung judi 
Dan dikatakan, binasalah orang-orang zolim 

Di tengah kepongahan kaumnya 
Yang tidak mau mengikuti ajakan Nabi Luth 
Justru semakin menentang dengan perbuatan menjijikkan 
Homoseksual dilakukan lebih hina dari binatang 
Bahkan mereka manantang Allah untuk menurunkan azabnya 
Hati Nabi Luthpun gundah dan memohon doa kepada Allah
Akhirnya binasalah kaum Nabi Luth oleh dahsyatnya azab Allah

Ditimpanya mereka dengan batu-batu yang keras 
Kebinasaan bagi kaum yang melampaui batas 
Kebinasaan kaum homo di daerah sodom 
Karena kezaliman yang teramat besar

Inilah sekelumit cermin untuk kita hari ini
Dalam setiap kezoliman suatu kaum
Akan mengalir doa-doa kaum lemah 
Hingga azab Allah diturunkan 
Cepat atau lambat
Entah di dunia maupun di akherat sana 

Doa dan azab 
Pada suatu saat 
Adalah sebuah keniscayaan 

#PuisiAhmadSastra
#KotaHujan,30/08/17 : 14.50

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...