20 May 2019

DKB Gelar PPN X di Akhir Tahun, Ini Syarat Kepesertaannya

KONFRONTASI-Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X bakal digelar dengan melibatkan para penyair dari sejumlah negara, di antaranya: Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand. Rencananya acara tersebut akan digelar di Taman Budaya Banten, 15-17 Desember 2017. 

Panitia PPN X juga mengucapkan syukur bahwa rekan-rekan penyair senusantara menyambut baik rencana acara PPN X, sebagian mereka bahkan berharap segera dikirimkan undangan kepesertaan.  

"Sejak awal PPN, acara yang penting dan fenomenal sebagai wujud nyata   kerjasama budaya negara-negara Asia Tenggara ini, dijalani dengan semangat kemandirian, termasuk dalam soal pendanaan. Karena itu tidak mengherankan jika dalam beberapa kali PPN selalu terjadi kondisi-kondisi kekurangan dana. Namun tidak dipungkiri bahwa spirit persatuan penyair-penyair Asia Tenggara justru semakin menyala-nyala," ungkap Penanggungjawab PPN X, yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Banten (DKB), Chavchay Syaifullah.

Menurutnya, DKB telah berupaya untuk memasukan anggaran PPN X dalam sistem keuangan daerah Banten, namun gagal karena anggaran acara PPN X di Banten telah dicoret pihak berwenang. Namun demikian, kata Chavchay, semangat DKB justru semakin menyala-nyala untuk menyelengarakan PPN X ini. 

"Dewan Kesenian Banten masih terus berupaya mencarikan dana untuk kegiatan yang penting ini, agar kerja kepanitiaan bisa berjalan sesuai rencana," paparnya.

Adapun persyaratan bagi yang ingin mengikuti acara tersebut, yaitu:
 
PESERTA PPN X
- Panitia PPN X menetapkan bahwa kepesertaan PPN X tidak lagi menggunakan sistem undangan kepesertaan yang diberikan kepada orang-orang tertentu yang memiliki hubungan kedekatan dengan panitia. Panitia PPN X menilai bahwa akses kepesertaan harus diberikan kepada seluruh penyair senusantara yang berniat hadir dalam PPN X agar tercipta rasa keadilan.

- Panitia PPN X menerapkan sistem seleksi karya. Peserta PPN X adalah mereka yang telah menjalani proses seleksi karya dan dinyatakan lolos seleksi oleh pihak Kurator PPN X. Pendaftaran bersifat terbuka bagi seluruh penyair di 5 negara yang tergabung dalam PPN X. 

- Penerimaan karya untuk diseleksi Kurator PPN X berlangsung hingga 25 Oktober dan akan diumumkan hasil seleksinya pada awal November. 

- Peserta PPN X terbagi ke dalam 3 kelompok: 1) Peserta Luar Negeri 2) Peserta Luar Banten, 3) Peserta Banten.

- Peserta Luar Negeri (Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam) masing-masing negara diberikan kuota 5 penyair, jadi total Peserta Luar Negeri adalah 20 penyair.

- Peserta Luar Banten adalah peserta dari berbagai daerah meliputi seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Banten. Jumlah kuota Peserta Luar Banten adalah 30 orang. 

- Peserta Banten adalah para penyair yang berdomisili di Banten. Jumlah penyair dari kelompok Peserta Banten tidak dibatasi jumlahnya, namun dibatasi oleh uji seleksi karya. Mereka yang karyanya dinyatakan lolos seleksi oleh Kurator PPN X bisa menjadi Peserta Banten dalam PPN X.

 SELEKSI KARYA
- Para calon peserta harap mengirimkan karya satu puisi terbaiknya untuk dikurasi. Tidak boleh lebih dari satu. Panjang puisi tidak dibatasi. Puisi boleh yang sudah terpublikasi di media massa atau media sosial, namun belum terpublikasi di buku kumpulan puisi manapun. Puisi harus yang bersesuaian dengan tema. Tema puisi adalah tema yang telah ditetapkan oleh Panitia PPN X, yaitu “PUISI UNTUK PERDAMAIAN DUNIA”. 

- Para calon peserta juga diharapkan mengirimkan biografi singkatnya yang ditulis dalam satu paragraf.

- Calon peserta dari Singapura harap mengirimkan puisinya ke email: djamaltukimin@gmail.com dan djamaltukimin@msn.com

- Calon peserta dari Malaysia harap mengirimkan puisinya ke email: saleeh334@gmail.com 

- Calon peserta dari Brunei Darussalam harap mengirim puisinya ke email: zefriariff@hotmail.com

- Calon peserta dari Thailand harap mengirimkan puisinya ke email: nikrakib@gmail.com

- Calon peserta dari Luar Banten harap mengirimkan puisinya ke email: ahmadun.yh@gmail.com

- Calon peserta dari Banten harap mengirimkan puisinya ke email: ppnxbanten@gmail.com

- Calon peserta yang dinyatakan lolos seleksi karya, otomatis menjadi Peserta PPN X. 

- Seluruh puisi Peserta PPN X akan dibukukan oleh Dewan Kesenian Banten. 

FASILITAS PESERTA 

- Panitia PPN X tidak menyediakan fasilitas tiket kedatangan dan kepergian kepada seluruh Peserta PPN X. 

- Peserta Luar Negeri akan mendapatkan fasilitas: penginapan di hotel, makan dan minum, transportasi lokal ke tempat acara, sertifikat, dan buku antologi puisi. 

- Peserta Luar Banten akan mendapatkan fasilitas: penginapan di hotel, makan dan minum, transportasi lokal ke tempat acara, sertifikat, dan buku antologi puisi. 

- Peserta Banten akan mendapatkan fasilitas: makan dan minum, transportasi lokal ke tempat acara, sertifikat, dan buku antologi puisi. 

- Peserta Banten bisa menginap di rumah masing-masing atau di Sekretariat DKB atau di homestay yang telah disediakan Panitia PPN X. Dalam kondisi keuangan penyewaan hotel yang terbatas, Peserta Banten diharapkan bisa lebih mendahulukan pelayanan tamu. Seperti Hadits Nabi yang berbunyi: “Barang siapa yang memercayai Allah dan Hari Akhir maka hormatilah tamunya.”

PENINJAU 
- Panitia PPN X membuka pintu bagi kehadiran para peninjau PPN X dari kalangan sastrawan, seniman, budayawan, akademisi, aktivis, dan turis.

- Calon peserta yang karyanya tidak lolos seleksi bisa mengajukan diri sebagai Peninjau PPN X. 

- Ketentuan untuk Peninjau dari luar negeri dan luar Banten akan diatur kemudian. 

Demikian Maklumat Kepesertaan PPN X yang dibuat oleh panitia.

Term of Reference: Puisi untuk Perdamaian Dunia

Di tengah merebaknya konflik, kekerasan, dan perang di sejumlah negara, sudah sepatutnya mendapatkan empati, kepedulian, dan sikap dari kita sebagai penyair. Benturan berdarah di Myanmar, Irak, Libya, Suriah, Mesir, Prancis, Inggris, dan di kawasan lainnya semakin menambah luka sejarah peradaban manusia. Khusus dalam kasus Myanmar, di bumi Asia Tenggara itu, memang ada sejumlah faktor penyebab yang menyulut terjadinya konflik di kawasan tersebut, tapi justru karena itulah kita sebagai penyair perlu menyumbangkan pandangan dan solusi untuk mengakhiri konflik tersebut dan kalau bisa mencegahnya secara abadi agar tidak terjadi kekerasan di masa yang akan datang melalui kata-kata dan bahasa, yang dalam hal ini puisi. 

Sesungguhnya puisi dapat menjadi media dan jembatan yang strategis untuk menyuarakan pandangan dan kepedulian kita untuk menyikapi sejumlah konflik dan perang di belahan dunia ini dalam rangka mengumandangkan welas-asih dan melantangkan suara-suara kemanusiaan. Kita perlu menyuarakan keprihatinan dan sikap kita terhadap banyak kekerasan dan perang.

Sebelum meninggal, Annemarie Schimmel menulis puisi (yang mirip dengan puisinya W.B. Yeats yang berjudul Aedh Menggelar Kain dari Surga): “Sang pencinta, menenun satin dan brokat dari air mata, duhai sahabat, agar dapat menghamparkannya suatu hari, di bawah telapak kakimu...dan aku menenun sutera kata-kata yang selalu baru hanya untuk menyembunyikanmu.”

Tepat sekali sebagaimana ilustrasi di atas, puisi dapat melahirkan kebajikan sekaligus dapat dijadikan sebagai senjata keburukan, semisal dapat digunakan untuk mengungkapkan cinta 
dan persahabatan sekaligus dapat digunakan untuk menyebar fitnah dan dusta.

Di musim semi 1996, Schimmel, perempuan berperawakan mungil itu menjadi satu-satunya pusat perhatian dalam pertemuan yang dihadiri para penulis, penerbit, dan pejabat tinggi Jerman, termasuk Presiden Roman Herzog. Saat itu ia berbicara tentang kata. "Kata yang baik laksana pohon yang baik...”, demikian dia mengutip Al-Quran. "Kata diyakini sebagai suatu kekuatan kreatif oleh sebagian besar agama di dunia; katalah yang mengantarkan wahyu; kata diamanahkan kepada umat manusia sebagai titipan yang harus dijaga, jangan sampai ada yang teraniaya, terfitnah, atau terbunuh oleh kata-kata," demikian paparnya.

"Kata memiliki kekuatan yang tak dapat kita ukur. Dan pada kekuatan kata inilah terletak tanggung jawab para penyair, lebih-lebih lagi para penerjemah, karena satu kesalahan samar saja dapat memicu kesalahpahaman yang berbahaya."

Betapa puisi dalam kehidupan manusia adalah ‘ruh’ dan ‘jiwa’ kehidupan manusia itu sendiri, dan karena itu pula betapa pentingnya ‘puisi’ dijaga dari upaya-upaya untuk menjadikannya sebagai alat destruksi dan menjadi media-media kezaliman dan praktik-praktik tidak kreatif yang akan ‘melukai’ kemanusiaan manusia.

Secara khusus, lewat puisi, PPN X diharapkan bisa menjadi energi dan sikap penyair yang mendorong para pemimpin dan elit-elit politik di Asia Tenggara untuk berada di garda depan dalam mengupayakan terciptanya perdamaian dunia. 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...