8 December 2019

Dewan Kesenian Magelang Gelar Pameran "Magelang Tempo Doeloe"

Konfrontasi - Dewan Kesenian Kota Magelang, Jawa Tengah, menggelar pameran bertajuk "Magelang Tempo Doeloe" untuk memberikan bahan pelajaran kepada masyarakat tentang nilai sejarah daerah setempat.

"Kegiatan itu untuk memberikan bahan pelajaran kepada masyarakat Kota Magelang tentang hal-hal yang menyangkut nilai-nilai sejarah kehidupan masyarakat pada masa lampau," kata koordinator pameran Bagus Prijana di Magelang, Rabu (6/5).

Pameran digelar di Alun-Alun Kota Magelang pada 13-17 Mei 2015 dalam rangkaian HUT ke-1109 Kota Magelang yang jatuh pada 11 April 2015 dan menyemarakkan program "Ayo ke Magelang".

Ia menjelaskan pameran tersebut mengajak masyarakat untuk menikmati suasana Kota Magelang pada masa lalu, karena lokasi kegiatan tersebut dikemas dalam nuansa tempo dulu.

"Namanya pameran 'Magelang Tempo Doeloe', kami ajak warga untuk menikmati suasana tempo dulu dengan berbagai pernak-pernik, baik berupa barang, makanan, dan kebudayaan," kata Bagus Prijana yang juga Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang itu.

Komunitas tersebut, selama ini aktif melakukan dokumentasi tentang peninggalan masa lalu Kota Magelang dan secara periodik melakukan kunjungan ke berbagai tempat bersejarah di daerah setempat.

Ia menjelaskan dalam kegiatan dengan tema "Ayo Koendjoengi Magelang" itu, dipajang berbagai foto dokumentasi yang menggambarkan suasana kehidupan Kota Magelang dengan aktivitas masyarakat pada masa lampau.

Selain itu, katanya, dipamerkan angkutan umum pada masa lalu, pentas seni budaya, bursa barang lama, panggung musik, kerajinan rakyat, dan pemutaran film.

"Kami siapkan 115 gerai dalam pameran tahun ini. Mereka yang mengelola gerai pameran antara lain dari kalangan masyarakat umum, komunitas, badan usaha milik daerah, satuan kerja perangkat daerah, dan 17 kelurahan," katanya.

Panitia juga akan menempatkan di lokasi pameran, berupa repilka tiga pelengkung berumur tua di Kota Magelang, yakni Pelengkung Badaan, Pelengkung di Jalan Piere Tendean, dan Pelengkung Tengkon.

"Dipasang di pintu masuk lokasi pameran," katanya. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...