18 January 2020

Dewan Kesenian Bangka Barat Siap Jadikan Campak sebagai Tari Daerah

Konfrontasi - Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung siap menggelar seminar untuk membakukan tari Campak menjadi tari daerah setempat sehingga menambah khasanah seni dan budaya di ujung barat Pulau Bangka itu.

"Selama ini Kabupaten Bangka Barat belum memiliki seni tari baku, padahal daerah ini cukup kaya ragam seni gerak tersebut," kata Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, di Muntok, Senin (15/6).

Ia mengatakan, upaya membakukan gerak tari Campak merupakan permasalahan yang cukup mendesak karena hingga saat ini daerah itu belum memiliki seni tari yang bisa diajarkan ke sekolah, baik dari sisi gerak maupun iringannya.

"Seluruh kecamatan berkembang tari Campak, namun masing-masing memiliki gerak dan iringan sendiri-sendiri dan tidak mungkin keragaman itu diajarkan ke sekolah-sekolah karena akan cukup ribet dan membingungkan," katanya.

Untuk itu, menurut dia, di tingkat kabupaten perlu memiliki seni tari Campak yang baku dan bisa diajarkan sama di seluruh sekolah, baik dari sisi gerak maupun iringannya.

Ia menerangkan, dalam upaya membakukan gerak dan iringan tari Campak Bangka Barat, dalam waktu dekat Dewan Kesenian setempat akan mengumpulkan seluruh pegiat seni tari di daerah itu sekaligus menggelar seminar.

"Dalam seminar itu kami akan menyatukan pandangan mengenai tari Campak yang baku agar nantinya bisa diajarkan ke generasi muda sekaligus untuk menjaga kelestarian seni itu sendiri," kata dia.

Dengan adanya seni tari yang baku, kata dia, nantinya bukan hanya akan diajarkan di sekolah, namun bisa juga ditawarkan untuk menambah daya tarik wisatawan datang ke daerah itu.

"Kami hanya ingin mencari gerakan baku agar lebih mudah diajarkan ke sekolah-sekolah, sedangkan tari Campak tradisional yang ada tetap kami jaga kelestariannya," kata dia.

Pembakuan tari tersebut berawal dari keprihatinan para pegiat seni di daerah itu karena di sebagian besar sekolah tidak mengajarkan tari lokal kepada siswanya, namun para guru melatih siswanya dengan tari luar daerah.

"Perkembangan seperti itu cukup memprihatinkan dan harus segera dicari jalan keluarnya, jangan sampai generasi muda lebih mengenal seni dan budaya luar daerah, sementara mereka tidak kenal budaya lokal," kata dia. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...