23 February 2020

Dari Ultah Herdi Sahrasad sampai Mimpi Terbentuknya Komisi Ideologi Negara

KONFRONTASI- Kita berkewajiban membentuk satu komisi independen yang bertugas khusus melestarikan ideologi negara agar tak mati dan tak tergantikan oleh ideologi lainnya. Karenanya, pemerintah wajib memberikan dukungan atas gagasan terbentuknya Komisi Ideologi Negara yang diperjuangkan dan diimpikan para penggerak/pendiri Pusat Kajian Ideologi (Center for the Study of Ideology-CIS) dalam beberapa tahun terakhir.

Demikian pandangan  ahli filsafat Ashoka Siahaan (bang Ashoka)  dalam diskusi terbatas  bertepatan dengan ulang tahun  Herdi Sahrasad, akademisi Universitas Paramadina. Acara ultah 51 tahun Herdi Sahrasad disiapkan spontan oleh Kak Amanda (aktivis perempuan), bersama Janu Wijayanto (mahasiswa Pasca Sarjana Fisip UI), Bung Mahmud (alumnus UGM) dan Ashoka Siahaan (tokoh FSAB/alumnus FIB UI) dan handai taulan yang berkumpul di kediaman Amanda,Jalan Imam Bonjol 39 Menteng, Jakarta pada 18/9/2014 Kamis ini pukul 19.00

Pusat Kajian Ideologi didirikan oleh para tokoh dari berbagai latar belakang sosial-kultural antara lain  ahli Marxisme UI Prof Suryanto Puspowardoyo, Prof Dr Adam Suki, Prof Dr Albertina Baramuli SH (mantan dekan FH UI), sejarawan  Peter Kasenda, pengamat politik Paramadina Herdi Sahrasad,  Ahli Filsafat Asoka Siahaan,aktivis LSM Yudhie Haryono dan Janu WIjayanto (mahasiswa S-2 UI/ mantan aktivis GMNI Univ. Jenderal Sudirman). Mereka mengajukan dan mengusung Komisi Ideologi Negara kepada pemerintah baru untuk diwujudkan secepatnya.

Bang Ashoka, Ibu Megawati dan kerabat

''Tentu saja, cara pembentukan komisi ini harus merujuk pada Pancasila dan UUD 1945 (constitutionally entrusted power) dan berdasarkan perintah undang-undang (legislatively entrusted power) serta dibentuk atas dasar perintah dan atau Keputusan Presiden (Kepres) guna membantu kepala negara dalam menjalankan fungsi ideologisnya,'' kata Ashoka, alumnus Filsafat UI  dan sekolah Beograd Yugoslavia,  yang juga anggota  Organisasi Para Filsuf Sedunia.

Sekali lagi, kata Ashoka, sejauh ini belum ada lembaga yang secara khusus bekerja dalam kerangka kerja komisi ideologi negara;

Menurut  Ashoka, salah satu pendiri Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB)  dan alumnus GMNI itu, rendahnya kredibilitas lembaga-lembaga negara yang telah ada sebelumnya akibat adanya asumsi dan bukti mengenai korupsi yang mengakar dan sulit diberantas;

''Tidak independennya lembaga-lembaga negara yang lain karena alasan tertentu tunduk di bawah pengaruh kekuasaan tertentu, juga membuat pentingnya Komisi Ideologi Negara itu dilahirkan,'' tutur  Ashoka, budayawan yang juga aktifis LSM tersebut.

Ashoka, mantan pengajar Filsafat UI dan mantan editor Yayasan Obor Indonesia itu menyingkapkan bahwa  ketidakmampuan lembaga-lembaga negara yang telah ada dalam melakukan tugas-tugas yang harus dilakukan pada masa transisi, baik karena persoalan internal maupun eksternal, telah mendorong Pusat Kajian Ideologi itu bertekad mengusung Komisi Ideologi Negara kepada Presiden Jokowi/Wapres Jusuf Kalla.

Ashoka dan Herdi Sahrasad menambahkan, perlu  kebijakan dan advokasi dengan mempertimbangkan kepentingan jangka pendek, menengah dan  jangka panjang untuk masyarakat Indonesia, dengan focus menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka,  living ideology dan working ideology hari ini dan esok.(kg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...