19 January 2020

Catatan Perjalanan ke Rusia: Dari Dubai ke Moskwa (bag 8)

KONFRONTASI-Sudah setengah perjalanan  dari Dubai menuju Rusia. Saya pun sudah bosan dalam pesawat, ini bagaimana tidak saya hanya bisa duduk manis disamping bapak-bapak tua yang songong ini, mungkin kalo sebelah ku wanita cantik beda cerita haha. saya mencoba mencari-cari kesibukan untuk menghilangkan rasa bosan. Saya ingat PSP (PlayStation Portable) yang ada di dalam tas ransel ku, lalu saya menggambilnya mungkin saat ini keponakan ku sedang bingung mencari PSP nya bisa kebayang oleh ku dia akan menangis dan akan menayakan kepada neneknya. PSP ini saya rampas tanpa sepengetahuan dia haha saya memang om yang baik. 

 

Satu jam sudah berlalu, PSP hanya mampu menghilangkan rasa bosan ku selama 1 jam saja, tapi tak apalah lumayan juga pikirku tinggal 2 jam lagi pesawat ini akan tiba di Rusia. Saya melihat pramugari cantik sedang membagikan konsumsi, ternyata sudah waktunya makan siang tak sabar saya menunggu giliran untuk dibagikan konsumsi. Tibalah giliranku, si pramugari cantik ini memberikan menu yang di dalamnya terdapat pilihan untuk makan siang ku. Tak banyak cerita saya hanya bilang “berikan yang enak kepada saya” dan pramugari cantik itu memberikan kotak yang saya tidak tau apa isinya, saya buka dan aroma enak pun menembus dalam hidung ku. Steak daging sapi dengan irisan kentang goreng, satu kata untuk makanan ini, “LAJISS”. Pramugari cantik itu menawarkan minuman “mau susu” jleb saya terdiam seperti patung, hampir runtuh iman ku dengan tawaran pramugari canti ini, cepat-cepat saya istiqfar. Pramugari melanjutkan “mau susu atau jus, atau teh” alhamdulilah ternyata pramugari cantik itu menawarkan susu yang lain. “Milk and Juss, please” pintaku, ditarolah 1 gelas susu segar dan satu gelas juss kemeja yang terdapat dihadapan ku.
 

Sudah habis makanan ku lahap tak tersisa, tinggal nge rokok saja satu batang komplit makan siang ku, tapi karena di dalam pesawat saya urungkan niat ku. Tak lama pramugari cantik itu datang kembali dengan tatapan penuh hasrat dia bilang “Have you Finised Sir, May I take This” jari telunjuknya mengarah ke kotak makanan ku. Oh “Sure sure, This is LAJISThanks you” ucapku, pramugari itu pun tersenyum malu. Setelah suguhan makan siang tak lama pramugari cantik itu menawarkan minuman untuk ke dua kalinya, tetap dengan orderan yang awal saya meminta susu dan jus. Perut sudah terisi, rasa kantukpun melanda. Saya pun tidak tau lagi harus berbuat apa setelah ini, memang dasar manusia, lapar dungu kenyang pun super dungu jadi saya putuskan untuk tidur dari pada saya menjadi manusia super dungu.
 

Terlihat samar-samar dari mata ku yang baru bagun ini pramugari canti sendang membagikan sesuatu kepada semua penumpang. Saya pun mengumpulkan nyawa ku yang sedang berterbaran. Ternyata pramugari cantik itu sedang membagi-bagikan es krim, wah saya pun tak mau terlewatkan. Teringat jauh pikiranku kewaktu dimana saya bersama teman-teman pandawa sedang berkumpul dirumah bang Herdi. Si Abang sedang menceritakan pengalamannya saat naek pesawat ke Amerika sana. Si abang memberitahukan pengetahuan baru kepada kami

abang herdi bilang “Negara yang kaya terlihat dari maskapainya” kami bingung menerjemahkan makna dari kalimat itu.

“Loh kenapa bisa begitu bang” tanya kami

Si abang bilang “Nanti kalo kalian sudah berangkat, pas dipesawat kalian akan diberikan es krim, enak sekali es krimnya Hahah, lalu kalian bisa minta 2x atau 4x haha. kalo kalian naek pesawat dari negara miskin, jangan kan es krim kalian minta, nambah jus aja tidak boleh haha”. Kami ber 5 saling paham apa yang abang herdi sampaikan walau ilmu kami belum sampai kesana.
 

Lalu saya praktekkan teori si abang herdi ini untuk mengetahui Negara pemilik pesawat ini negara kaya apa miskin, setelah es pertama saya habis, saya memanggil pramugari cantik itu untuk minta eskrim ke 2. “May I have IceCream One More, Please” ucapku, lalu pramugari cantik itu pergi sejenak dan membawakan eskrim untuk ku. Saya lahap Es krim ke dua dengan cepat dan saya minta kembali eskrim ke 3, saya panggil  panggil kembali pramugari canti itu dan bilang “May I have IceCream one more again, please” dengan muka yang sudah tak cantik pramugari itu pergi kebelakang dan memberikan 1 lagi eskrim kepadaku, haha saya tertawa senang, saya sudah buktikan terori si abang dan bab 4 kesimpulannya adalah negara pemilik pesawat ini adalah negara kaya. 

 

Nurbayu Nandes Manan, menulis dari Moskwa

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...