19 June 2019

Buku: Kru KTNdB Siap Tampil di Universitas Assyafiiyah

KONFRONTASI -  Buku kumpulan bersama terbitan Komunitas Alinea Baru, Jakarta, berjudul “Kutulis Namaku di Batu” sudah terbit. Sejumlah penyair yang terlibat dalam buku KTNdB ini pun berkumpul di rumah makan di pojokan Gedung Allianz, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/12) siang WIB.

Mereka berkumpul untuk mempersiapkan diri jelang peluncuran buku KTNdB di Universitas Assyafiiyah, Jatiwaringin, Bekasi. Segala sesuatu yang menyangkut acara launching yang bertepatan dengan ulang tahun ke-54, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus sebagai pihak tuan rumah.

Meski tanggal lahirnya 12 Desember, Dailami menyelenggarakannya pada Sabtu (15/12) mulai pukul 18.30 WIB di mana waktunya memang longgar. Hal yang diharapkan para penyair yang namanya termuat dalam buku ini lebih berkesempatan hadir.

“Untuk peluncuran buku ini memang harus di-support penuh. Karena ini buku istimewa. Penyair memiliki kepekaan dan berani mengungkapkan hal-hal yang biasa menjadi luar biasa dan yang sakral menjadi mistis,” kata Nanang R Supriyatin, penyair yang menggagas pertemuan di rumah makan dekat Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Penggagas KTNdB, Ahmad Setyo, mengatakan sengaja mengundang banyak orang ke tempat ini agar pelaksanaan launching itu berjalan lancar. Jadi, kesemuanya harus dipersiapkan dengan matang.

Putra Gara, salah satu pendiri Alinea Baru, berharap KTNdB menjadi perekat para penyair yang terlibat di dalamnya yang ternyata berasal dari berbagai komunitas seperti Nanang (Kelompok Diskusi Sastra Kita), Wig SM (Forum Sastrawan Indonesia), dan Raden Mas Sudarmono (Komunitas Mendut Tambun).

Hadir juga dalam pertemuan itu para penyair seperti Ade Novi, Asep Setiawan, MI Ismail, dan Rd. Nanoe Anka. (Jft/BBuana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...