7 April 2020

Berikrar dengan Puisi

BERIKRAR

Waktunya telah tiba

Kita duduk bersama

Ukiran senyum menyapa

Menyambut indahnya mahligai rumah tangga

 

Keringat dingin jatuh, saat kau ucap "saya terima nikahnya "

Kau hadirkan berjuta rasa

Kata "sah" mengawali cerita cinta kita

Cinta yang akan kita bangun berdua

 

Kutampar jiwa agar ku tersadar

Rupanya ini memang benar,

Kau bawa aku ke istana cinta

Cinta suci tanpa dosa

 

Cinta yang indah

Cinta dalam ibadah

Cinta yang sesungguhnya

Cinta yang nyata !

 

Kau bisikkan ketelingaku

"Aku sungguh mencintaimu"

Aku tersenyum malu bercampur haru

Menyadari kini kau telah menjadi Imamku.

(Pasput, Oktober 2019)


AWAN TERSAKITI

Aku gelisah

Aku memikirkan sesuatu yang mengagumkan

Aku memikirkan sesuatu yang menakjubkan

 

Kamu datang dengan berjuta hal yang menyenangkan

Yang membuat hatiku menjerit ..

Membuat pikiranku berbelit-belit

Membuyarkan semuanya.

 

Hai..!!

Aku menyapamu dalam hembusan angin

Membayangkanmu dalam pikiran dingin

 

Kau tau?

Aku sedang jatuh hati!

Hati yang jatuh namun tau akan tersakiti.

Kuharap cintaku seperti udara,

Yang tak butuh pengakuan untuk selalu terjaga

Kuharap cintamu seperti awan.

Ada, namun hilang dan lupakan.

(Lebak, Oktober 2019)


MIMPI AWAN

Embun menyejukkan,

Udara menyegarkan,

Burung berkicauan..

Bunga bermekaran...

Pagi menyapa kembali,

Membangunkan diri dari mimpi.

 

Jiwa yang suntuk,

Raga yang penuh kantuk,

Kini berdiri sendiri !

Menata hidup dengan teliti,

Dengan penuh hati-hati.

 

Bangunkan semangat jiwa

Mengutuk mimpi menjadi nyata!

Mengendalikan senyuman penuh harapan,

Atas kesungguhan dan kuasa tuhan.

(Lebak, Oktober, 2019)


MENATAP DURI  

Melihatmu..

Kurasa kau melihatku,

Kupikir kau melihatku,

Ternyata kau menatapnya.

 

Kurasa perdulimu untukku,

Kupikir khawatirmu untukku,

Ternyata, tetap saja untuknya !

 

Aku melihatmu menatapnya,

Apa maumu!

Mengeringkan untuk membasahi?

Menyakiti agar kau dapatkan hati?

Begitu caramu !

Kau memberikan mawar padaku,

Tapi kau memberikan hatimu untuknya..

Kau menyakitiku agar kau berbahagia?

Kemudian kau dapatkan cintanya kembali!

Sedangkan aku?

Meratapi luka bersama Mawar Berduri !

(Lebak, Oktober, 2019)


Oleh: Siska Septiani, Penulis Adalah Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Mathla’ul Anwar Banten

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...