23 May 2018

BBB Gelar Pameran Karya Wayan

Konfrontasi - Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar, menggelar pameran karya-karya almarhum I Wayan Sadha, seorang kartunis dan cerpenis.

"Pameran yang akan digelar Kamis (12/3) untuk mengenang 40 hari kepergian I Wayan Sadha yang berpulang 28 Januari 2015," kata salah seorang panitia kegiatan tersebut I Wayan Westa di Denpasar, Selasa (10/3).

Ia mengatakan, I Wayan Sadha yang meninggal dalam usia 67 tahun adalah seniman otodidak. Cerpen-cerpennya (berbahasa Bali), serupa dengan kartun-kartunnya, menggambarkan kehidupan rakyat kecil, bertema nyeleneh, penuh humor sarkastik.

Tokoh-tokohnya yang diangkat mencerminkan problematik masyarakat proletar Bali yang terpinggirkan. Ia dikenal juga sebagai kartunis dengan tokoh rekaannya adalah seekor anjing bernama Sompret.

Karakter anjing ciptaan I Wayan Sadha tersebut berhasil menghadirkan satire kritis seputar problematik sosial dan budaya Bali. Sang kartunis yang juga cerpenis, I Wayan Sadha, memang dikenal piawai menciptakan kartun-kartun yang sarat pesan.

Pameran yang sekaligus diisi dengan diskusi memperbincangkan capaian karya-karya I Wayan Sadha selama ini.

Tampil sebagai pembicara selain I Wayan Westa juga Drs I Dewa Gede Windhu Sancaya M.Hum, dosen Sastra Bali Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana.

Menurut I Wayan Westa, kartun-kartun Sadha tidak pernah menggambarkan sosok-sosok memikat atau ganteng. Tokoh-tokoh yang dihadirkan unik dan khas, memotret serta menggambarkan karakter orang Bali kebanyakan yang "belum" tersentuh sopan santun kaum sekolahan (kaum jelata).

"Menyimak kartun-kartun Sadha, kita akan segera tersadar bahwa ada sebuah benturan kebudayaan, kegagapan orang Bali karena canggung melangkah memasuki budaya baru," ujar Wayan Westa.

Karya kartun-kartun Sadha tahun 1994, pernah dihimpun dalam buku berjudul "Bali di Mata Sompret" yang diterbitkan oleh Pustaka Bali Post, kemudian pada tahun 2008, dikuratori Jean Couteau, sebanyak 165 kartun Sadha kembali dirangkum dalam buku "The Dog of Bali Sompret, Celoteh Anjing Bali" (diterbitkan Pustaka Larasan).

I Wayan Sadha pernah meraih Penghargaan Sastra Rancage (2010), sempat menjadi pembicara pada Sandyakala Sastra #5 pada tahun 2010 bersama Ida Bagus Wayan Widiasa Keninten.

I Wayan Sadha dilahirkan di Jimbaran, Kabupaten Badung, 29 Juli 1948, pendidikan resminya hanya sempat ditempuh hingga kelas dua Sekolah Rakyat. Ia pernah menjadi pedagang kayu bakar, penjual ikan, nelayan, dan fotografer keliling.

Karya-karyanya dimuat berbagai media, seperti Archipelago, English Corner, Bali Echo, Harian Nusa, Sarad, Taksu, dan lain-lain.

Sadha juga pernah diundang pameran bersama Prakarti, antara lain di ARMA Museum, Ubud, Bali Biennale dan lain-lain. Kartun karya Sadha juga telah diterbitkan dalam buku tiga bahasa (Bali-Indonesia-Inggris), berjudul The Dog of Bali. Kumpulan cerpennya yang pertama, Leak Pemoroan, diterbitkan Balai Bahasa Denpasar, memperoleh Hadiah Sastra Rancage 2010.

Anugerah ini diberikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancag pimpinan Ajip Rosidi. Pernah berpameran bersama di Bentara Budaya Bali, dalam tajuk "Local Knowledge, Reposisi Bahasa Rupa Tradisi Bali#2" pada 25 September - 4 Oktober 2011. (akl/ar)

Category: 
Loading...