25 November 2017

Banten Biennale #1 Diserbu Pengunjung

KONFRONTASI-Banten Biennale #01 diserbu pengunjung. Event yang berjejaring internasional itu mendapat apresiasi besar dari masyarakat seni Banten, sehingga di malam pembukaan lokasi pameran penuh oleh pengunjung. 

Banten Biennale #01 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Banten di Museum Negeri Provinsi Banten dan di area khusus Taman Budaya Banten pada 9-16 September 2017 adalah satu hajat besar kebudayaan dari sejumlah hajat besar kebudayaan yang digagas dan diselenggarakan oleh DKB dalam rangka memacu, memotivasi, dan memajukan kerja-kerja kesenian dan kebudayaan di Banten, baik secara kuantitas maupun kualitas. 

Banten Biennale #01 program Dewan Kesenian Banten merupakan upaya untuk melakukan ‘tradisi’ baru dalam kerja kesenian di Banten, mengingat Banten baru pertama-kali menyelenggarakan Biennale. Sebagaimana Bengkel Seni Budaya, Jambore Seniman Banten, Anugerah Seni, dan Banten Gawe Art Dewan Kesenian Banten yang diselenggarakan secara berkala, Banten Biennale adalah program yang nantinya ‘akan’ tetap diselenggarakan secara berkala pula.

Untuk pertama kalinya ini, Banten Biennale mengambil tema ‘Gawe Nagari Baluwarti’. Menurut Ketua Umum Dewan Kesenian Banten, Chavchay Syaifullah, istilah Gawe Nagari Baluwarti diadopsi dari motto Kesultanan Banten: Gawe Kuta Baluwarti, Bata Kalawan Kawis, yang artinya membangun kota dan benteng dengan bata dan karang. Banten Biennale #01 merupakan perayaan kerja seni dengan spirit bata dan karang sebagai simbol nilai-nilai keberanian dan keteguhan.

Banten Biennale #01 dihadirkan oleh Dewan Kesenian Banten (DKB) untuk menyegarkan kembali falsafah hidup masyarakat Banten terdahulu dalam bahasa estetika visual. Banten Biennale #01 ini dilaksanakan pada 9 hingga 16 September 2017 di Museum Negeri Banten di area khusus Taman Budaya Banten. “Biennale perdana ini dalam rangka memunculkan bentuk-bentuk baru seni rupa dan bentuk-bentuk alternatif seni rupa. Selain itu dalam rangka memperkaya khazanah wawasan, baik secara konseptual maupun praktis dari para seniman”, lanjut Chavchay Syaifullah. 

Di Banten Biennale #01 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Banten ini, karya-karya terpilih yang mewakili beberapa wilayah tempat domisili perupa, dapat dibagi menjadi  Dua Kelompok besar  berdasarkan cara mereka menterjemahkan tema dalam karya yang dibuat. Kelompok PERTAMA diwakili oleh wilayah Utara Selatan yang meliputi Serang, Pandeglang,  Lebak yang berpola pandang lokalitas tradisional.  Hal ini disebabkan kedekatan dengan wilayah tradisi dengan komunikasi yang tidak terlalu sulit oleh kesamaan bahasa. 

Kelompok KEDUA diwakili oleh Kota-Kabupaten yang ada di Tangerang dengan masyarakat  dan bahasa yang cukup beragam dan mewakili Kaum Urban (pendatang) dari berbagai daerah di Indonesia dengan pola pikir yang dipengaruhi oleh kehidupan Ibukota. Dari kedua kelompok ini sangat jelas terlihat perbedaannya, namun semua itu bukan menjadi kelemahan, melainkan lebih kepada kelebihan dalam seni rupa Banten. Dari perbedaan itu, antara seniman satu dengan seniman yang lain dapat bertukar pikiran untuk kemajuan bersama. 

Selain menghadirkan karya-karya 40 peserta, Banten Biennale #01 DKB ini juga menampilkan 20 peserta undangan dari Banten dan dari luar Banten. “Hajat Banten Biennale #01 Dewan Kesenian Banten ini sejalan dengan cita-cita Dewan Kesenian Banten untuk menciptakan Kota Budaya di Banten di tahun 2020. Kota yang maju dari sisi kebudayaan dan kesenian adalah cerminan kecerdasan intelegensia dan kemampuan inovatif masyarakatnya, yang tentu saja termasuk para senimannya. Beberapa tahun belakangan ini gairah dan aktivitas kerja-kerja seni di Banten, telah membuka peluang bagi para seniman untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari segi kekaryaan”.

“Memang, haruslah diakui, menyelenggarakan event akbar Seni Rupa yang melibatkan banyak orang dengan biaya yang terbatas adalah hal yang tidak mudah. Meskipun demikian, kami para pengurus Dewan Kesenian Banten tetap mampu menyelenggarakan Biennale Seni Rupa Banten 2017 ini,” pungkas Chavchay Syaifullah sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Banten.

Lebih jelasnya, melihat apresiasi besar masyarakat seni pada acara pembukaan Banten Biennale #01 bisa dilihat dalam video berikut. Acara masih akan berlangsung hingga 16 September 2016 dengan melakukan lelang sejumlah lukisan.

;

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...