21 August 2019

Bangun Sinergi, DKB Gelar Jambore Seniman Banten

KONFRONTASI-Dewan Kesenian Banten (DKB) menggelar Jambore Seniman Banten (JASEBA) dalam rangka membangun spirit kebersamaan, mempererat silaturahmi, berbagi pendapat dan pandangan, serta memperkokoh sikap saling asah saling asuh di kalangan insan-insan pegiat seni dan budaya di Banten. Acara digelar  pada Sabtu dan Minggu (5-6/8/2017) di pantai Kelapa Gading, desa Sindanglaya, Cinangka, kab. Serang. 

Ada banyak persoalan kesenian dan kebudayaan di Banten yang perlu dikaji ulang dan disinergikan dengan spirit kebersamaan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga suprastruktur kebudayaan. Yang pertama terkait ketersediaan ruang dan fasilitas kebudayaan, sedangkan yang kedua berkenaan dengan soal identitas dan visi kebudayaan Banten.

Perlu ada visi yang jelas untuk membangun kebudayaan yang berkelanjutan, juga interaksi yang sehat dan saling mendukung satu sama lain. Karena dasar inilah Dewan Kesenian Banten akan menyelenggarakan Jambore Seniman Banten pada 5-6 Agustus 2016 di Pantai Kelapa Gading Anyer. Acara ini akan dimeriahkan dengan dialog para seniman, atraksi seni, interaksi komunitas, dan Deklarasi Seniman Banten.

Seperti sama-sama kita tahu, tujuh belas tahun Banten resmi menjadi daerah yang otonom dan memiliki sistem pemerintahannya sendiri. Bersamaan dengan itu, secara kultural, perjalanan usia Provinsi Banten diiringi pula dengan pertumbuhan komunitas, orang per orang, serta para pegiat seni dan budaya secara sporadis yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Banten. 

Hanya saja, karena sifatnya yang sporadis tersebut, kegiatan kesenian dan kebudayaan tak jarang menjadi hanya sekadar dentuman kecil untuk kemudian kembali hilang, tumbuh kemudian layu, serta tak jarang pula aktivitas kebudayaan menjadi selebrasi yang tak berdampak menjangkau ke masa depan yang sifatnya jangka panjang dan berkelanjutan. 

Meski demikian, kenyataan tersebut tidak bisa diartikan sebagai indikator rendahnya geliat kesenian dan kebudayaan di Banten, sebab potensi geliat kehidupan kebudayaan di Banten sesungguhnya sangat besar.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang selayaknya diperhatikan dalam soal strategi pembangunan kebudayaan, seperti penguatan identitas dan kebanggaan para seniman dan para pegiat seni budaya yang hidup di Banten akan arti historis dan kultural Banten sebagai tempat lahirnya para seniman pioneer yang berskala nasional dan internasional. 

Selain itu, yang tentulah merupakan hal dasar dan fondasi utama yang niscaya, pembangunan infrastruktur yang memadai bagi kerja-kerja dan aktivitas kebudayaan akan menjadi tak ubahnya sebuah rumah bagi para penghuninya. 

Keberadaan sentra-sentra untuk kerja dan kegiatan kebudayaan ibarat tanah dan pupuk bagi tanaman, yang akan menjadi tempat tumbuhnya kehidupan dan kerja-kerja kebudayaan secara sinambung dan berkelanjutan. Keberadaan sentra-sentra kultural seperti Taman Budaya dan Gedung Kesenian, contohnya, adalah hal yang wajib ada jika kehidupan kebudayaan ingin lestari dan maju. 

Sementara itu, secara kognitif dan intelektual, dibutuhkan sinergitas dan kesepahaman yang aktif dan produktif untuk mewujudkan visi kebudayaan yang telah disebutkan itu. Dan karena itu, para pegiat, para pekerja seni, para pekerja budaya, dan institusi-institusi serta komunitas-komunitas seni dan budaya di Banten perlu berkumpul untuk rembug dan duduk bersama-sama demi mencapai visi besar tersebut.

“Kemajuan kebudayaan meniscayakan kehadiran infrastruktur dan suprastruktur kebudayaan,” sepotong kalimat yang disampaikan Ketua Dewan Kesenian Banten, Chavchay Syaifullah dalam sambutannya di acara pembukaan Jambore Seniman Banten seperti mengeras di benak para peserta yang seluruhnya adalah pelaku dan pekerja seni di provinsi Banten.

Acara yang dihelat selama dua hari tersebut dihadiri tidak kurang dari 75 sanggar dan komunitas seni budaya dari delapan kabupaten/ kota.

Digawangi oleh para Ketua Komite; Musik, Sastra, Seni Rupa, Teater, Tari, dan Litbang DKB menggelar beragam atraksi dan ekspresi kesenian; pencak silat, parade musik, parade puisi dan musikalisasi, dan penampilan monolog di atas panggung, juga atraksi para pelukis dan perupa beraksi di areal acara.

Dialog budaya menjadi jantung yang berdetak kencang di antara para seniman Banten, melahirkan sejumlah rekomendasi penting diantaranya tentang perubahan status Eks Pendopo Gubernur Banten agar menjadi Taman Budaya Banten (TBB); tentang pendirian Gedung Kesenian Banten (GKB); dan tentang pendirian Institut Kesenian Banten (IKB).

“Taman Budaya Banten sebagai area dan sentra khusus penyelenggaraan kesenian dan kebudayaan Banten, pendirian Gedung Kesenian berfungsi sebagai tempat dan ruang bagi penyelenggaraan kerja-kerja dan event kesenian dan kebudayaan di Banten, dan Institut Kesenian Banten sebagai institusi yang diharapkan mampu membangun sumber daya manusia dalam bidang seni dan budaya,” ucap Chavchay.

Dialog yang melahirkan beberapa poin rekomendasi, dituangkan kedalam Pancacita yang dibacakan oleh Drs. Ujang Rafiudin, M.Si, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Berikut lima poin dari Pancacita tersebut:

1. Menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Kebudayaan Daerah sebagai Payung Hukum penerapan strategi pengelolaan seni budaya di Provinsi Banten;

2. Mengubah nama dan fungsi area Ex Pendopo Gubernur Banten menjadi Taman Budaya Banten (TBB) sebagai sentra pengelolaan seni budaya di Provinsi Banten;

3. Membangun Gedung Kesenian Banten (GKB) yang mencakup Galeri Seni Rupa, Auditorium Seni Pertunjukan, Ruang Workshop, serta sarana dan prasarana lainnya;

4. Mendirikan Akademi Komunitas Kesenian Banten (AKKB) sebagai langkah awal menuju pendirian Institut Kesenian Banten (IKB);

5. Menggerakkan perusahaan-perusahaan di Banten untuk merealisasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) guna pengelolaan seni budaya di Provinsi Banten.

“Setelah ini kami akan bergerak mewujudkan aspirasi dan keinginan masyarakat seni di Banten. Semoga pengurus Dewan Kesenian Banten diberikan kekuatan dan kesehatan,” ucap salah seorang seniman peserta JASEBA.(mr/pelita/bbs)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:39
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:33
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:29
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:26
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:22
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:14
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:06
Selasa, 20 Aug 2019 - 21:00
Selasa, 20 Aug 2019 - 20:51
Selasa, 20 Aug 2019 - 20:16
Selasa, 20 Aug 2019 - 20:08
Selasa, 20 Aug 2019 - 20:05