18 September 2019

APINDO Gelar Pameran Kompetisi Batu Akik "Bumi Teuku Umar Gamstone Fair"

Konfrontasi - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) akan mengadakan pameran kompetisi batu akik, "Bumi Teuku Umar Gamstone Fair", untuk menghidupkan kembali pusat perekonomian pasar Mall Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Ketua panitia pelaksana Franky Norman di Meulaboh, Rabu (15/4) (amengatakan kontes kompetisi serta penjualan batu akik terbesar dan pertama di Aceh diselengarakan oleh APINDO ini rencana dilaksanakan pada 6-17 Mei 2015 diikuti seluruh pecinta batu alam dan masyarakat yang memiliki berbagai jenis batu giok Aceh.

"Peserta khusunya yang memiliki batu akik yang berasal dari dalam Aceh dan bersertifikat. Pemenangnya nanti akan diikutkan pada kontes gamestone Presiden mewakili Aceh pada Agustus 2015," katanya di ruang sekretariat Bumi Teuku Umar Gamstone Fair Mapolres Aceh Barat.

Dipastikan tiga lantai Mall Meulaboh yang selama ini terbangkalai akan diisi oleh stand perdagangan dan industri sebagai pusat ekspo lantai I, kemudian stand pameran batu akik lantai II dan pada lantai III dihidupkan seminar serta hiburan dan oles batu.

Frangky menyebutkan, kegiatan tersebut awalnya direncanakan pada pertengahan April, akan tetapi harus diundur karena para dewan juri yang didatangkan dari luar Ikatan Gameston Indonesia (IGI) berhalangan karena beradu jadwal dengan daerah lain yang mempersiapkan kontestan untuk gamstone presiden.

Kegiatan ini selain menghidupkan kembali pusat perekonomian masyarakat di kawasan kota pasar Meulaboh, para pemilik batu giok Aceh juga akan mendapat sertifikat hak paten dari setiap batu alam yang diikut sertakan.

"Keuntungan lain masyarakat yang memiliki batu giok bernilai jual tinggi tidak mesti harus ke Jakarta mengurus sertifikat, karena setiap peserta setelah selesai acara akan diberikan sertifikat," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam ajang bergengsi tersebut akan menampilkan 17 macam jenis batu alam berasal dari bumi Aceh, baik dari Aceh Barat, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Jaya dan sejumlah daerah lain yang selama ini muncul batu alam.

Franky menyampaikan, sampai saat ini sudah ada 47 peserta yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta berasal dari sejumlah Kabupaten di Aceh serta penawaran 26 stand pameran di lokasi Mall Meulaboh pusat ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

"Kami juga mengupayakan dilokasi nantinya akan dimunculkan berbagai asesories hasil kerajinan masyarakat, kami anggap ini merupakan suatu edukasi serta peluang bagi daerah untuk mempromosikan berbagai produktivitas yang sudah ada," katanya menambahkan.

Ada beberapa jenis batu yang akan ditampilkan pada acara tersebut seperti Idocrase Neon Small, medium dan Large dengan harga diperkirakan mencapai Rp15-20 juta (large), kemudian Idocrase Solar seharga Rp5-6 juta Idocrase Lumut seharga Rp1,5 juta, Nefrid seharga Rp300 ribu, Akik bergambar harga Rp2-3 juta, Chalcedony dan Lavender seharga Rp700-800 ribu. (akl/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...