23 July 2019

Anak Jermal dan Burung-burung Laut : Puisi Zairinah Simbolon

ANAK JERMAL

keterbatasan alam
airmata tak sempat mengalir
hanya menetes ke dalam hati
tak sempat tersapa mentari pagi
kini...
kerongkonganku tercekat sebuah teri nasi

anak-anak alam
percayalah !
mentari tak menabur sia-sia anganmu pada teriknya
ia tahu kau hanya bisa bertelanjang hati
tanpa basa basi
dan kemudian bertelanjang dada
menahan perih dengan wajahmu yang pasi

harapan...
telah kau gantungkan pada hamparan laut
di sela-sela cakrawala mimpimu
pun engkau tak lupa titipkan pada ombak
yang bebas lepas
kau yakin setiap hembusan angin
suatu saat akan mencumbu bibir pantainya

walau hasratmu ...
lebih sering tertelan kecewa
semangatmu akan meretas bila saatnya tiba
kami tahu rasamu
tak akan hanya mampu terlipurkan
oleh puisi-puisi jingga dan janji-janji hampa

Jakarta, 2014.

 

BURUNG - BURUNG LAUT

suara apa yang dinyanyikan
saat fenomena alam merubah iklim
habitatmu memar
terpukul hentakan waktu
angin musim kadang sulit dikenali
hembusannya yang nyaman
lambat laun hanya menjadi sebuah kerinduan
yang tertinggal di negeri dongeng
yang dongengnya belum sempat diceritakan

kini kau bertengger
di ranting pohon yang diayunkan angin senja
sementara mata menatap tajam
pada cakrawala lintasan terbang yang tinggi
seolah ia akan berjawab
tentang reproduksimu
yang terayun di tali ketidakpastian
tersapu ombak pasang
yang datangnya bukan dengan bisikan

sifat monogami
bertelur untuk satu sarang
tetap membuatmu kuat kepakkan sayap
di tanah yang kenal harum tubuhmu
di mana rumput yang kering
tetap setia menghangatkan telurmu
sebuah harga ikatan murni
tanpa basa basi
meskipun kadang tak tertoleh hati

sifat berkolonimu
tak terlindas kabut
meskipun batas antara terang dan samar
tak tertangkap mata biasa
seolah punah dalam pandangan dan selalu luput
namun tetap tak membuatmu mati hati
kemudian kecut

duhai...
burung-burung laut yang bebas
penghuni pulau dengan dan tanpa nama
perahu kecil yang ditambatkan itu
cukup bercerita tentang kicau satwa penghuninya
nyaris tanpa berita
namun tak berarti sepi dalam kiprahnya

kau yakin
malam-malam yang dilalui
belum satu pun yang menolak mimpi
kepak sayapmu tahu
kapan janjimu pulang
dan kau kenal pagi yang mana melecutmu untuk pergi
kemudian terbang lagi

Jakarta, 24 Desember 2014.

___________________________________

Zairinah Simbolon, Seorang Guru Bahasa Inggris yang telah total terjun dalam dunia kepenyairan (K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...