17 July 2019

Agama adalah Perubahan, Menebarkan Toleransi, Perdamaian dan Keadilan

Juftazani
 
 
Nun jauh sebelum fajar Islam menyingsing 
Tidak kutemukan suatu bangsa yang teramat bodoh 
Dan paling sulit berubah 
Kecuali bangsa Arab (1
 
 
Tanah Arab adalah awal diturunkan agama di permukaan bumi
Di sini kutemukan awal kesengsaraan umat manusia 
Di Tanah ini kutemukan orang yang paling tidak mengerti agama
Di tanah ini muncul pertama kali penyakit ruhani
Dan menyebar ke seluruh dunia
 
 
Di tanah ini muncul fitnah paling keji 
Di tanah ini pula muncul pertama perzinahan 
Anak-anak perempuan dibunuh, kaum perempuan 
dihinakan 
Di tanah ini pula muncul  kaum homoseks dan lesbian
Dan melahirkan tragedi kota Sodom dan Gomorrah
Di negeri Arab lahir perjudian yang menyesakkan dada
Pun di negeri ini pembunuhan demi pembunuhan 
Terus dipraktekkan tanpa merasa keberatan 
Atas dosa yang sangat menjijikan itu
 
 
Bangsa-bangsa yang hidup di tanah ini 
Paling disayang  penguasa alam semesta
97 persen nabi yang diturunkan dari langit
Berdakwah di tanah ini
Namun di tanah ini pula lahir manusia paling gila 
Dan sakit ruhani yang paling parah
Tuhan menurunkan obatnya
Tapi bangsa di tanah ini pula yang paling pertama menolak bahkan menentang obat yang diturunkan Tuhan untuk mereka
 
 
Mengapa kalian betah hidup jahil dan pula enggan berubah?
Hati kalian keras tertutup dosa 
Wahai bangsa besar di jazirah padang pasir yang sangat luas
Kicau burung bulbul di menara ka’bah 
Mengetuk jantung hati kalian
Tapi tak juga menggerakkan jiwa kalian untuk berubah 
 
 
 
Kalian adalah burung-burung ruhani 
Terbang hendak melepaskan beban yang kalian derita
Jalan hidup peradaban kalian teramat gelap  
Arah langkah kalian makin tak pasti
Kemana kalian akan pergi?
 
 
 
Di tengah masyarakat yang sangat bobrok
Berpenyakit soslal akut dan sulit berubah
Datang  pemuda Muhammad dengan tutur kata lembah lembut
Kebenaran mengejawantah dalam setiap perkataan, perbuatan dan pikirannya
Dialah al-Amin
 
 
Awalnya ia membersihkan setiap jiwa warga kota 
Hanya dengan menanamkan kalimah “Laailaaha illallah Muhammadurrasulullah” sebagai dua pilar abadi
Antara langit dan bumi
Penuh senyum kegembiraan, ia letakkan fondasi perubahan
Dasar-dasar kejayaan peradaban manusia di bawah pancaran cahaya 
Ia cerdaskan jiwa-jiwa manusia
Di bawah kecerdasan jiwa yang mengenal Tuhannya
Ia sucikan jiwa-jiwa yang kotor dan berbau busuk
 
 
 
 
 
Bilal bin Rabbah ditangkap tuannya
Tubuhnya dibaringkan di tanah lalu ditindih batu
Wahai budak, berhentilah sebagai pengikut Muhammad
Beribu kali ia hanya berucap
Ahad, Ahad, Ahad!
Seluruh pengikut nabi Muhammad menggelorakan kata itu 
Hingga dasar-dasar fondasi jiwa masyarakat nomaden Arab goyah
Waraqah bin Naufal mendeklarasikan perubahan peradaban jahiliyyah:
“Engkau telah menerima namuz (kebajikan) besar 
Sebagaimana telah diberikan pada Musa
Engkau pasti akan didustakan
Engkau pasti disiksa
Engkau pasti diusir 
Bahkan diperangi di kampung halamanmu sendiri
Jika aku masih diberikan hidup
Aku akan selalu berada di belakangmu, wahai Muhammad!”
 
 
Semua kata Waraqah terjadi di depan mata umat manusia
Para pengikutnya tetap membenarkan ketika ia didustakan
Lelaki ini tetap tabah, sabar dan sambil tersenyum
Menerima cemoohan dan ejekan yang dihantamkan
Umat Muhammad tak memulai perang
Hingga perang itu diperintahkan ketika penderitaan mencapai puncaknya
Dan harkat martabat umat manusia masa depan 
Akan tergadai jika tidak dilawan
Bergemalah kembali, titah Waraqah bin Naufal di kuping para sahabat
“Aku akan selalu berada di belakangmu wahai Muhammad!”
 
 
 
Di tengah memuncaknya permusuhan, penganiayaan dan pengusiran 
Yatsrib yang hanya sebuah kampung kecil yang dingin dan sepi
Menjadi titik tujuan hijrah Nabi Muhammad
Kampung kecil ini berproses dengan cepat menjadi kota  peradaban 
Kota yang membangkitkan seluruh sisi kemuliaan manusia 
Di bawah cahaya kebesaran Allah ‘Azza wajalla
 
 
 
Yatsrib menggeliat menjadi pusat peradaban dunia
Kota dengan menerapkan Undang-undang Dasar pertama
Dalam peradaban dan kebudayaan dunia
Hingga kota-kota besar seperti Paris, London atau New York
Mengikuti Undang-undang Dasar kota Madinah al-Munawarah
Menata ketertiban dan menegakkan keadilan
 
 
 
 
Geliat peradaban Islam untuk terakhir 
Akan muncul dari Timur Jauh
Dari sebuah negeri yang memancarkan peradaban Lailahaillallah
Di sebuah kampung  kecil yang tak dilirik 
Menggeliat menjadi pusat peradaban dan perubahan yang paripurna
Kembali menggelorakan perubahan
Di atas kalimat agung dan sempurna: 
“Laailaaha illallah Muhammadurrasulullah”
Seorang Mursyid yang terpercaya melakukan perubahan
Ke atas sekumpulan orang-orang yang selalu teguh berucap:
Ahad! Ahad! Ahad!
Kampung kecil ini kelak Menjadi Madinatul Munawarah dari Timur
Islam akan bangkit bukan untuk memusuhi atau memerangi orang-orang kafir 
Islam akan bangkit untuk menegakkan kebenaran 
Di tengah peradaban yang sangat gelap
Islam akan bangkit membagikan keadilan bagi seluruh umat manusia
Islam akan lahir kembali menggelorakan toleransi 
Agar kehidupan peradaban baru manusia di era milenial
Tumbuh damai dan mekar di bawah cahaya Ilahi
Islam akan bangkit menjadi agama yang dimenangkan Allah
Dan semua umat manusia, bangsa dan berbagai macam agama
Ridha di bawah pancaran cahaya yang terang benderang ini
Syaikh Abu Bakr al ‘Awawidah dari Palestina berseru:
Kelak Muslim Nusantara layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam
Kalian kelak akan melakukan perubahan 
menegakkan bendera tauhid di seluruh dunia
Lalu Syaikh Abu Bakr al ‘Awawidah itu pun menangis
Mengingat kebesaran Allah dan akan muncul pusat peradaban
Dari masjid al-Fattah yang akan  menelan kegelapan
Memancarkan cahaya Ilahiyah ke seluruh dunia
 
 
Agama akan selalu menjadi perubahan 
Allah akan membuktikan untuk terakhir kali
Agama akan memberi rahmat bagi seluruh alam
Menarik minat bagi bangsa yang rela memeluk agama ini atau tidak
Islam akan tetap menyebarkan rahmatNya
Tanpa memandang mukmin atau kafir
Tanpa memandang warna kulit hitam atau putih
Tanpa melihat Arab atau bukan Arab
Seluruh manusia akan tegak sama tinggi
Duduk sama rendah
Mendeklarasikan Allah
Sumber segala kebenaran dan pusat segala kekuasaan dan kebesaran 
 
 
 
 
 
Tangerang, 15 April 2019
 
Catatan:
1) Dalam catatan literatur sejarah, disebutkan bahwa  anak-anak nabi Adam dilahirkan di Timur Tengah (Asia barat) setelah pertemuan bersejarah antara Adam dan Siti hawa di jabal Rahmah. Berarti mereka adalah anak-anak kelahiran tanah Arab. Dua bangsa besar di Timur tengah adalah satu suku bangsa yang disebut Arab, anak-anak dan cucu nabi Ibrahim yang melahirkan Nabi  Ismail, serta  Nabi Ishak dan  Ya’qub. Karena faktor agama, bangsa yang beragama Yahudi kemudian disebut kaum Yahudi, dan bangsa Arab yang beragama Islam, disebut Muslim. Walaupun ibu nabi Ishak dan ya’kub bangsa Palestina dan ibu Nabi Ismail bangsa Afrika, Keduanya adalah bangsa Arab. Karena mereka berproses menjadi bangsa di tanah Arab.
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...