10 December 2018

Aak Gym, Effendi Gazali dan Rocky Gerung soal ''Pasca Reuni 212: Menakar Elektabilitas Capres 2019", dialog ILC TV One

KONFRONTASI- Inilah kalimat-Kalimat Keren di Indonesia Lawyers Club dengan tema: "Pasca Reuni 212: Menakar Elektabilitas Capres 2019" 4 Desember 2018. Mari simak:

KH. Abdullah Gymnastiar:

1. Walaupun kita berbeda, semoga hati nurani kita tetap sama untuk negeri ini.

2. Kepada panitia Reuni 212, saya ucapkan terima kasih sudah berusaha keras berbuat untuk negeri ini.

3. Terima kasih kepada semua yang hadir di 212. Karena menjadi bahan pencerahan bagi yang mau tercerahkan, bahan renungan bagi yang mau merenung, bahan evaluasi bagi yang mau evaluasi.

4. Peristiwa 212 adalah aset bangsa. Ini adalah karunia Allah bagi siapapun yang ingin mendapatkan hikmah bagi kejadian ini.

5. Bagi umat Islam, ada satu kepedihan kalau mendengar kata radikal. Seakan itu terhujam kepada diri kami. Radikal, intoleran, anti Pancasila, teroris, kata-kata itu, jadi pertanyaan; kenapa, padahal kami begitu mencintai negeri ini.

6. Saya rela mati demi menjaga negeri ini tetap dalam keberkahan di jalan Allah. Demi Allah, saya tidak rela bangsa ini hancur.

7. Karena perasaan disudutkan itulah umat datang dan berbicara dengan perilaku. Umat bukan perusak negeri ini, maka rumput pun tidak ada yang dirusak. Kami bukan orang yang bengis dan kasar, maka senyumanpun dirasakan. Kami bukan orang-orang yang keji, maka kasih sayang pun bertebaran.

8. Saudara-saudara kita yang tidak beragama Islam yang hadir, bisa merasakan semua. Karena memang kita ingin menceritakan indahnya Islam. Ya

9. Siapaun nanti yang ditakdirkan jadi Presiden, saya berharap 212 ini kita rawat. Menjadi momentum kebersamaan kita.

10. Insya Allah modal kita itu hati. Kalau sebagai sesama bangsa sudah curiga, buruk sangka mau seperti apa kita.

11. Saya sedih hadirin, kita tidak mau negeri ini rusak seperti negeri yang lain. Ayo para ulama, contoh bagaimana nabi berbicara. Ada kelembutan dan kasih sayang. Ada ketegasan, namun tetap dijaga semua.

12. Anggaplah Pilpres ini fastabiqul khairat. Ini adalah ajang berlomba-lomba berniat baik dan berbuat baik. Pemenang Pilpres ini adalah yang paling lurus niatnya dan paling baik perjuangannya. Mau jadi presiden atau tidak, itu takdir Allah.

13. Saya berkeyakinan, siapa yang jadi presiden, itu takdir Allah. Maua diakali bagaimanapun caranya, kalau Allah sudah menakdirkan jadi, pasti jadi. Maka kita buat cara yang jujur dan lurus.

14. Kita harus tenang, jernih, pakai hati. Sana saudara, sini saudara. Ini rumah kita semua. Kita wariskan akhlak terbaik bagi generasi sesudah kita.

Terimakasih

Effendi Gazali:

1. Orang yang marah dengan tersenyum, seperti semua peserta 212 kemarin, adalah orang yang mampu menguasai dirinya dengan baik. Marah, tapi senyum, damai, indah dan mempersatukan.

2. Saya 20 tahun belajar jurnalistik dan  mengajar jurnalistik. Tolong semua yang hadir, mahasiswa, profesor, pengamat dan sebagainya, jawab pertanyaan; kalau ada peristiwa semacam ini dan ini mungkin peristiwa terbesar di dunia, adakah peristiwa semacam ini lalu anda boleh block sama sekali, menutup hak informasi publik, dan anda buat seakan-akan itu tidak terjadi.

3. Dari pertanyaan saya kepada peserta, Reuni 212 kali ini berbeda. Kalau 2016 ada pintu masuk besar berupa penistaan agama. Tapi di 2018, tidak ada jawaban pasti dari peserta. Bukan juga capres. Bukan juga hal lainnya. Hanya menjawab; islam itu damai, islam itu indah dan sebagainya.

4. Saya menemukan kata "ketidakadilan" dari jawaban banyak peserta. Reuni 212 tercipta karena ketidakadilan.

5. Saya belum sampai menyimpulkan bahwa ini adalah people power. Atau civil disobedience. Tapi bahwa mereka semua sedang marah dengan kondisi senyum, saya berani mempertanggungjawabkan.

Rocky Gerung:

Inteligensia terkemuka dan ahli filsafat politik Rocky Gerung mengungkapkan kesan dan pesannya atas peristiwa Reuni 212 yang dihadiri 7 juta orang dan mengejutkan masyarakat domestik maupun internasional. Inilah pandangan obyektif Rocky Gerung, pengajar Filsafat UI yang sangat keren dan beken itu, mengenai aksi Reuni 212 :

1. Kalau pers Indonesia sampai tidak memberitakan peristiwa 212 kemarin, maka pers nasional telah memalsukan sejarah.

2. Reuni 212 adalah reuni akal sehat untuk melawan ketidakadilan.

3. Di Reuni 212 ada kepemimpinan intelektual. Bahwa ide bisa menghasilkan perubahan, dari suatu momen menjadi monumen..

4. Orang ribut tentang jumlah. Itu sudah tidak penting. Gerakan 212 telah berubah dari kuantitas menjadi kualitas.

5. Ngapain kita resah dengan sesuatu yang politis. Semua kejadian sekarang ini politis. Termasuk Jokowi bagi-bagi sertifikat itu politis. Tiap hari petahana curi start, itu politis.

6. Saya tidak netral, karena saya tidak mengkritik Prabowo. Saudara sendiri bilang Prabowo tidak punya prestasi. Ngapain saya kritik orang yang tidak punya prestasi.

7. Yang saya kritik adalah orang yang mengklaim prestasi orang. Pak Jokowi banyak mengklaim prestasi orang. Makanya dia saya kritik.

8. Saya kira saya memang sering menyesatkan. Tapi saya menyesatkan orang di jalan yang benar.

9. Reuni 212 menimbulkan semacam kegugupan. Orang gugup karena membayangkan potensinya kemana. Efeknya pada elektabilitas apa. Kalau tidak gugup, ngapain anda hitung-hitung.

Rocky Gerung juga sering  mengingatkan bahwa Jokowi sudah  mangkrak dan gagal memenuhi janji kampanyenya 2014. Aksi reuni 212 merupakan koreksi dan protes rakyat atas ketidakadilan dan ketidakjujuran Jokowi (hf)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...